Liputan

Keputrian Spemdalas Ajak Murid Bijak Menjaga Lisan

18
×

Keputrian Spemdalas Ajak Murid Bijak Menjaga Lisan

Sebarkan artikel ini
Keputrian Spemdalas
Ilmiyah Infahah saat menjelaskan materi dalam kegiatan keputrian pada di Hall Spemdalas, Jumat (9/10/2026).

Selawe.com – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menggelar kegiatan keputrian pada di Hall Spemdalas, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan yang diikuti siswi kelas 7 dan 8 ini menghadirkan Ilmiyah Infahah, S.Pd., wali kelas 8B, sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Lisan Membawa Surga, Bukan Petaka”.

Dalam penyampaian materi, Ilmiyah mengajak para siswi untuk berhati-hati dalam bertutur kata, baik kepada guru maupun teman. Menurutnya, celetukan yang dianggap biasa atau sekadar candaan bisa saja menyakiti perasaan orang lain.

“Ketika kita tidak bisa berbicara dengan baik, lebih baik diam,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa menjaga lisan tidak hanya berkaitan dengan pemilihan kata, tetapi juga cara menyampaikannya. Intonasi perlu diperhatikan agar ucapan tidak menyinggung perasaan orang lain. Setiap perkataan hendaknya dipikirkan terlebih dahulu supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun menyakiti hati orang lain.

Ilmiyah kemudian menceritakan pengalamannya ketika mendapati salah satu muridnya sedang tidak bersemangat, bersedih, dan tidak tersenyum seperti biasanya. Saat itu, seorang teman melontarkan celetukan, “Semua penyakit ada di sini, ada di anak ini.”

Mendengar perkataan tersebut, ia langsung menegur muridnya agar tidak mengulangi ucapan serupa. Ia mengingatkan bahwa kesehatan merupakan nikmat yang senantiasa dimohonkan kepada Allah Swt. sehingga kondisi seseorang tidak sepatutnya dijadikan bahan candaan yang menyakitkan.

Selain mengingatkan tentang bahaya ucapan yang menyakiti, Ilmiyah juga menjelaskan berbagai bentuk penggunaan lisan yang membawa kebaikan. Di antaranya berdzikir dan membaca Al-Qur’an, mengucapkan salam dan mendoakan kebaikan, berkata jujur, menyampaikan nasihat dengan lembut, serta menghibur orang yang sedang bersedih.m

Ia juga mengajak para siswi untuk menghindari ghibah, fitnah, berita bohong, serta perkataan kasar yang dapat merusak hubungan persaudaraan. Menurutnya, lisan seharusnya digunakan untuk menyampaikan kebenaran, memberikan semangat, dan menebarkan kebaikan kepada sesama.

Kegiatan keputrian dipandu oleh Hanaa Arraya Candra Putri, siswi kelas 8B, sebagai moderator. Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama siswi kelas 7 dan 8 di Hall Spemdalas. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman tentang pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui keputrian ini, semoga para siswi dapat membiasakan diri bertutur kata dengan santun, memperhatikan intonasi, serta menggunakan lisan untuk menyebarkan kebaikan.

“Semoga materi yang Bu Ilmi sampaikan ini dapat bermanfaat untuk anak-anak, ustadzah, dan Bu Ilmi juga,” ujar Ilmiyah. (*)

Penulis Risma Oktavia. Editor Ichwan Arif.