
Selawe.com – Ikhtibar Eksternal menjadi momen pengujian dari proses menghafal Al-Qur’an siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) karenanya berbagai respon dan perasaan mewarnai kegiatan ini, termasuk deg-degan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Berlian Primary School pada Sabtu (15/11/25) itu membuat Ahmad Mazein Dinan Hartana, peserta dari kelas 3 Al-Farabi (3 TCP) merasa deg-degan.
“Aku deg-degan, doakan aku ya us karena ini mau tak hadiahkan untuk mami. Mami ulang tahun hari ini,” ungkapnya berkaca-kaca.
Dalam momen yang sama, wakil kepala sekolah bidang ISMUBA Rijalul Fikri S Si M Pd mendoakan seluruh peserta Ikhtibar dan memberikan semangat. “Anak-anak akan diuji apa yang telah dihafalkan. Bismillah semoga anak-anakku semua diberikan kemudahan dan kelancaran,” harapnya.
Ia juga myakini bahwa seluruh peserta telah berusaha dan berdoa selama proses menghafal. Sehingga saat ini waktunya ujian dan kemudian tawakkal. “Semoga apa yang kita usahakan Allah berikan kemudahan, keberkahan dan mendapatkan pahala,” pungkasnya.
Ikhtibar Eksternal yang berkerjasama dengan Badan Tajdid Center Pimpinan Daerah Muhammadiyah (BTCPDM) Gresik itu dihadiri oleh sepuluh penguji baik dari daerah maupun wilayah Jawa Timur.
Hal tersebut menambah semangat sekaligus menjadi tantangan bagi para peserta baik dari Tahfidz Class Program maupun Tahfidz Excellent.
Ketua BTC PDM Gresik, Syahroni SE menambahkan optimise melalui sambutanya. Ia mengajak seluruh peserta agar tidak ragu. “Tidak perlu ragu dan takut, Harus optimis, karena sudah disiapkan tinggal kita berdoa dan berserah kepada Allah,” ungkapnya tegas.
Ia juga mendoakan agar Al-Qur’an yang telah dihafalkan ini menjadi kebaikan bagi kehidupan sehingga bahagia dunia akhirat.
Sebelu Ikhtibar dimulai, Ketua Tajdied Center PWM Jatim Misbahul Munir, S.Pd.I memberikan motivasi agar seluruh peserta yakin.”Yang tidak yakin lulus, itu jadi penghambat. Maka, semua harus yakin lulus,” ungkapnya lantang.
Ia menyampaikan bahwa apa yang dipikirkan itu akan terbawa dalam tindakan. Karena pikiran akan mempengaruhi tindakan. Jika yang diyakini adalah tidak lulus, maka itu bisa menjadi penghambat untuk mencapai kelulusan.
Anang —panggilan Misbahul Munir— mengajak agar semua peserta yakin dapat melalui proses ini dengan baik dan lulus.
Ia kemudian mengajak seluruh peserta untuk berdoa bersama. “Ya Allah berikan kami Rizki kefahaman seperti kefahaman para nabi, hafalan seperti hafalan para rasul dan Ilham seperti Ilham para malaikat yang dekat dengan-Mu,” bimbingnya kepada peserta.
Kemudian dengan lantang ia memandu seluruh peserta untuk menggabungkan kalimat “In Syaa Allah saya lulus,” tegasnya.
Ketua Tajdid Center PWM Jatim itu kemudian memberikan pengarahan teknis kepada seluruh peserta. “Nanti anak-anak diberi kesempatan dua kali maju. Jika satu kali maju itu lebih baik,” jelasnya tenang.
Tak hanya itu, ia juga memberikan tips pengelolaan emosi jika peserta merasa deg-degan. “Kalau masih ada yang dredeg, lakukan seperti ini ambil nafas panjang tahan lalu hembuskan sambil baca Alhamdulillah. In Syaa Allah dredeg-nya hilang,” sampainya.
Ia juga mengenalkan para penguji agar peserta merasa tenang dan tidak khawatir. “Nanti yang akan menguji tidak ada yang kereng, sabar-sabar in Syaa Allah. Tidak ada yang marah, tidak perlu takut dan grogi,” sampainya menenangkan peserta. (*)
Penulis Fatma Hajar Islamiyah. Editor Ichwan Arif.












