Liputan

Borong Tiga Penghargaan di ICP UM Camp Season 2, Spemdalas Tampil Gemilang

11
×

Borong Tiga Penghargaan di ICP UM Camp Season 2, Spemdalas Tampil Gemilang

Sebarkan artikel ini
ICP SpemdalaS
Murid ICP Spemdalas meraih tiga penghargaan dalam ICP UM Camp Season 2 , yang diselenggarakan oleh Cambridge Centre ID 101 UM di Purnama Hotel Batu, Malang, Jumat–Ahad (2–4/10/2026).

Selawe.com – Kerja keras, kekompakan, dan kreativitas mengantarkan siswa International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik meraih tiga penghargaan dalam ICP UM Camp Season 2 , yang diselenggarakan oleh Cambridge Centre ID 101 Universitas Negeri Malang (UM) Berlangsung di Purnama Hotel Batu, Malang, Jumat–Ahad (2–4/10/2026).

Kontingen Spemdalas berhasil meraih 1st Winner Quiz Quest oleh Tim 1, 3rd Winner Quiz Quest oleh Tim 8, serta Best Costume and Styling dalam Night Performance.

Capaian ini menjadi buah dari keberanian siswa menghadapi tantangan akademik sekaligus mengeksplorasi kreativitas melalui pertunjukan seni. Lebih dari sekadar penghargaan, pengalaman tersebut menghadirkan pelajaran tentang kerja sama, ketangguhan mental, dan kepercayaan diri.

Diskusi dan Strategi di Balik Prestasi

Dalam kompetisi Quiz Quest (QQ), Tim 1 yang beranggotakan Muhammad Fahmi Aubrey, Malaika Aisha, dan Athaya Fakhira Ardiansyah berhasil meraih juara pertama. Sementara itu, Tim 8 yang terdiri atas Armand Zayan Arif, Aisharla Saferina Rizky, dan Kiara Nathania Satriady meraih juara ketiga.

Kiara Nathania Satriady, siswa kelas VII ICP, mengungkapkan bahwa tantangan paling menegangkan muncul ketika timnya menghadapi soal dengan tingkat kesulitan tinggi. Perbedaan pendapat pun menjadi bagian dari dinamika diskusi yang harus diselesaikan bersama.

“Ketika mendapatkan soal yang sulit, kami berdiskusi bersama dan memilih jawaban yang paling logis. Kami sempat hampir menyerah di semifinal, tetapi tetap berusaha hingga akhirnya berhasil masuk final dan meraih juara tiga,” tuturnya.

Strategi tim adalah mendiskusikan jawaban terlebih dahulu ketika masih ada keraguan. Namun, saat seluruh anggota sudah yakin, mereka segera mengangkat tangan untuk menjawab.

Bagi Kiara, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan guru, teman, dan keluarga. Bahkan, saat nama timnya diumumkan sebagai pemenang, sosok orang tua menjadi yang pertama terlintas dalam pikirannya.

“Aku langsung teringat orang tua di rumah karena mereka selalu mendoakan dan percaya bahwa aku pasti bisa menang,” ungkapnya.

Panggung Night Performance

Prestasi Spemdalas juga hadir melalui Night Performance yang berhasil meraih penghargaan Best Costume and Styling.

Di bawah arahan Amalia Syavira, S.Pd., guru Bahasa Mandarin Spemdalas sekaligus pelatih Night Performance, siswa mengangkat narasi lingkungan dan kemanusiaan melalui pertunjukan bertema kepedulian terhadap alam Indonesia.

Pertunjukan diawali dengan penampilan Burung Cenderawasih yang menari anggun sebagai simbol keindahan alam Papua sekaligus menyuarakan gerakan Save Cenderawasih. Para pemuda-pemudi Papua kemudian tampil diiringi lagu Wavin’ Flag dan kibaran bendera berbagai negara, termasuk Indonesia dan Palestina.

Suasana berubah dramatis saat sirene berbunyi, menggambarkan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Para penari menampilkan perjuangan masyarakat yang bertahan hidup di tengah kepungan asap.

Sebagai klimaks, seluruh penari kembali ke panggung membawa bibit pohon dan menyuarakan pesan moral dalam bahasa Inggris, “From Papua to Kalimantan, the world depends on us. Save our forest, save our future, save Papua, save Kalimantan.”

Amalia menjelaskan bahwa kostum dan styling dirancang untuk memperkuat pesan visual pertunjukan. Penari Papua dan Kalimantan mengenakan riasan serta atribut adat khas, sementara Burung Cenderawasih tampil dengan kostum bersayap dan hiasan kepala berbentuk burung. Para pembawa bendera juga mengenakan tampilan dinamis yang mendukung keseluruhan pertunjukan.

Persiapan dilakukan melalui latihan intensif setiap hari di sela-sela jam istirahat sekolah. Pengulangan gerakan, ketepatan tempo, dan transisi musik menjadi fokus untuk membangun kekompakan dan kepercayaan diri siswa.

Properti Tertinggal, Tak Menghentikan Penampilan

Di balik penampilan tersebut, tim menghadapi tantangan dalam merumuskan konsep cerita dan mencari kostum Burung Cenderawasih yang sesuai, lengkap dengan sayap serta hiasan kepala yang detail. Penampilan penari Papua juga membutuhkan riasan wajah khas dan properti tongkat khusus.

Tantangan tak terduga muncul pada hari pertunjukan ketika properti tongkat untuk penari Papua tertinggal di sekolah. Situasi tersebut sempat menegangkan, tetapi pelatih dan siswa segera mengambil langkah dengan menyesuaikan koreografi tanpa tongkat melalui gladi singkat.

Ketenangan dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar siswa tetap fokus saat tampil. Amalia mengaku sempat tidak menyangka timnya mampu bersaing karena penampilan dan kostum peserta dari sekolah lain juga sangat luar biasa.

“Penghargaan Best Costume and Styling ini terasa sangat emosional dan membanggakan. Mengingat banyaknya peserta lain yang tampil sangat hebat, gelar ini benar-benar di luar ekspektasi awal,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, latihan kita tidak sia-sia. Segala dinamika yang dihadapi akhirnya terbayar tuntas,” tambahnya.

Capaian Pengembangan Potensi

Koordinator ICP Spemdalas, Khotimatul Khusnah, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian siswa dalam ICP UM Camp Season 2. Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung oleh persiapan yang matang, kerja sama, semangat siswa, serta dukungan guru dalam memberikan kesempatan untuk berlatih dan berkompetisi.

“Yang paling terlihat dari kegiatan ini adalah perkembangan kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama. Siswa juga belajar beradaptasi dan berinteraksi dengan peserta dari sekolah lain,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi siswa ICP Spemdalas untuk terus mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan berani menghadapi tantangan baru. (*)

Penulis Dina Hanif Mufidah. Editor Ichwan Arif.