Liputan

Dari Jari Tangan hingga Sapaan, Siswa Mugeb Belajar Bahasa Mandarin Bersama Guru China

105
×

Dari Jari Tangan hingga Sapaan, Siswa Mugeb Belajar Bahasa Mandarin Bersama Guru China

Sebarkan artikel ini

Para siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik antusias mengikuti sesi berbagi budaya dan bahasa Mandarin bersama Ms. Lily, mahasiswi asal China, untuk mengenal angka dan sapaan.
Selawe.com – Suasana Averroes Hall SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb) Gresik mendadak riuh, Senin, 9 Februari 2026 pagi. Ratusan pasang mata siswa kelas V berbinar penuh rasa ingin tahu. Mereka berkumpul bukan untuk pelajaran biasa, melainkan untuk bertemu langsung dengan tamu istimewa dari Negeri Tirai Bambu, Chenyang Lou.

Perempuan yang akrab mereka sapa Ms. Lily ini merupakan mahasiswi asal perguruan tinggi di China yang hadir untuk berbagi ilmu. Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB saat Septemdira Intan Sari Suprobowati, M.Pd., membuka acara.

Suasana semakin hangat ketika Adreena Shareen Adzkia, siswi kelas 4 Camel, maju ke panggung.
Gadis kecil yang akrab dipanggil Celine itu membawakan dongeng Snow White atau Putri Salju dengan penuh penghayatan.

Penampilannya yang memukau menjadi pembuka manis sebelum para siswa menyelami budaya asing. Estafet acara kemudian berpindah ke tangan dua siswi SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), Renata Sherafina dan Aqila Askha Rizaldy, yang memandu jalannya sesi dengan enerjik.

Sebelum masuk ke materi inti, Ardhyona dari kelas 7G Spemdalas mengajak seluruh peserta bernyanyi. Melodi lagu klasik Mandarin berjudul Tian Mimi mengalun, diikuti suara riuh para siswa yang mencoba mengikuti liriknya. Musik menjadi jembatan pertama yang meruntuhkan sekat bahasa di antara mereka.

Dari Angka hingga Jari Tangan

Ms. Lily akhirnya mengambil alih panggung. Dengan senyum ramah, ia mulai memperkenalkan dasar-dasar bahasa Mandarin. Ia memulai materi dari hal yang paling fundamental, yakni angka.

So, in Chinese, we call numbers as shùzì. (Jadi, dalam bahasa China, kami menyebut angka sebagai shùzì),” terang Ms. Lily dengan aksen yang khas.

Ia kemudian melafalkan angka satu hingga sepuluh yang langsung diikuti oleh seluruh peserta. Suara “Yī, èr, sān, sì, wǔ, liù, qī, bā, jiǔ, shí” menggema kompak di dalam ruangan.

Untuk memudahkan ingatan, Ms. Lily menggunakan metode kreatif. Ia mengajarkan cara mengingat angka melalui gerakan jari tangan yang unik.

Tak hanya itu, ia menggubah urutan angka tersebut ke dalam nada lagu Happy Birthday atau Selamat Ulang Tahun. Metode ini terbukti ampuh; para siswa tampak lebih cepat menghafal sambil bersenandung riang. Setelah urusan angka tuntas, pelajaran beralih ke ungkapan salam yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari.

Nǐ hǎo! Mean Hello! and nǐ hǎo ma? means how are you? (Nǐ hǎo! berarti Halo! dan nǐ hǎo ma? berarti apa kabar?)” jelasnya. Ms. Lily memastikan setiap siswa memahami perbedaan penekanan nada dalam setiap kata yang ia ajarkan.

Praktik Langsung di Atas Panggung

Belajar bahasa tak akan lengkap tanpa praktik. Ms. Lily pun menunjuk dua perwakilan siswa, Adhyaksa dari kelas 5 Cut Nyak Dien dan Sherry Tsabita dari kelas 5 Ernest Douwes Dekker, untuk mendemonstrasikan ungkapan salam yang baru saja mereka pelajari.

Keseruan semakin memuncak saat Ms. Lily mencontohkan percakapan singkat tentang menanyakan kabar. Setelah berlatih bersama secara klasikal, terpilihlah Asyam Dzaki dari kelas 5 Adam Malik dan M. Kasyful Hikmah dari kelas 5 Dewi Sartika untuk maju ke depan.

Keduanya tampak percaya diri mempraktikkan dialog tersebut di hadapan teman-temannya.
Nǐ hǎo!” sapa Asyam dengan lantang.
Nǐ hǎo!” balas Kasyful dengan senyum lebar.

Interaksi sederhana itu memicu tepuk tangan riuh dari peserta lain. Melalui latihan ini, para siswa tidak hanya belajar kosakata baru, tetapi juga melatih keberanian berkomunikasi dengan bahasa asing. Kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah mungil yang kini tak lagi merasa asing dengan bahasa dari negara tetangga tersebut.

Sesi berbagi yang hangat itu akhirnya harus berakhir. Renata dan Aqila menutup acara dengan bacaan hamdalah dan doa kafaratul majelis. Sebagai kenang-kenangan, seluruh peserta dan pengajar melakukan sesi foto bersama dengan Ms. Lily. Sebuah pagi yang singkat, namun memberikan wawasan global bagi para calon pemimpin masa depan dari Gresik ini.(*)

Penulis Septemdira Intan Sari Suprobowati
Editor Sayyidah Nuriyah