Liputan

Jadi Zombi atau Warrior Disampaikan di PKDA Spemdalas

16
×

Jadi Zombi atau Warrior Disampaikan di PKDA Spemdalas

Sebarkan artikel ini
PKDA Spemdalas
Safiq Abdillah, S.T. M.M. menyampaikan materi Ramadhan Levep uP saat Pembukaan PKDA Spemdalas, Selasa (24/2/26)

Selawe.com – Kegiatan Ramadan di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dibuka dengan mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) yang diselenggarakan di Masjid Taqwa Spemdalas, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan PKDA tahun 1447 ini mengambil tema Disciplined in Fasting, Excellent in Character.Tepat pukul 08.30 kegiatan dimulai di masjid, semua siswa kelas VII,VIII, IX menyimak pemateri di depan.

Kali ini didatangkan pemateri Safiq Abdillah,S.T,M.M sebagai Ketua PDPM Kabupaten Gresik memberikan materi terkait Ramadhan Level Up.

Diawali dengan memberikan pertanyaan kepada anak-anak bahwa kalian ini merupakan tipe yang seperti apa. Apakah tipe ketika puasa menjadi si zombi atau menjadi si warrior?

”Siapa di sini yang ketika berpuasa suka tidur-tiduran saja dan malas berkegiatan, atau di sini ada yang ketika puasa justru sangat aktif berkegiatan. Nah kalau kalian tipe si zombi atau si warrior? Ketika kita berpuasa kita tidak boleh bermalas-malasan, bisa kalian menggunakan waktu luang dengan mengaji, tadarus, berdzikir, dll,” ujarnya.

Di dalam Al Qur’an QS. Al Baqara Ayat 183 yang berbunyi

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ayat tersebut menjelaskan terkait kewajiban atas semua manusia yang beriman dan bertaqwa untuk berpuasa.

”Apasih sebenernya goal puasa itu? Puasa sebagai training camp, puasa itu lebih dari sekadar menahan lapar, tetapi melatih untuk kita bersikap disiplin yang membantu kita naik level dalam kehidupan. Sama halnya dengan game, kita belajar untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi,” tambahnya.

Cara, jelasnya, untuk manajemen waktu yang efektif. Pertama bangun sahur itu merupakan latihan bangun pagi anti lelet sekolah, jadi setelah sahur jangan langsung tidur.

Kedua, kemudian shalat lima waktu itu latihan mmebiasakan diisplin jadwal harian. Kalau ini terlatih dalam diri kalian nnti akan menjadi kebiasaan dan bisa dilatih ketika bulan ramadhan ini.

“Level up dengan mengupayakan No bolong puasa, dapat khatam Al Qur’an (minimal 1 juz/hari), membantu orang tua, misalnya mencuci piring ketika sahur atau buka puasa,” tandasnya. (*)

Penulis Lely Badriyah. Editor Ichwan Arif.