
Selawe.com – Gerimis syahdu mengiringi rombongan siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik saat mengunjungi FITB-ITB, Bandung, Kamis (13/11/2025).
Meskipun suasananya mendung, tak menyusutkan antusias siswa dan guru untuk menggali informasi di kampus ini. Di kota kembang ini, siswa Smamio diterima di Gedung Kuliah Umum Timur (GKU Timur) Institud Teknologi Bandung, di Jalan Ganesha no 10, Bandung.
Rombongan diterima dengan tangan terbuka oleh Wakil Dekan Akademik FITB (Dr. Rusmawan Suwarman, S.Si., M.T.), Wakil Dekan Sumber daya FITB (Dr. Dasapta Erwin Irawan, S.T, M.T.), dari Program Studi Meteorologi (Faiz Rohman Fajary, S.Si., M.Si., Ph.D.).
Dari Program Studi Oseanografi (Ir. Hanif Diastomo, S.Si., M.Sc.), dari Program Studi Teknik Geologi (Astin Nurdiana, S.T., M.T., Ph.D.), dan dari Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika (Brian Bramanto, S.T., M.T., Ph.D.).
Di sana siswa dijelaskan tentang gambaran perkuliahan di FITB ITB. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) semula adalah bagian dari Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM). Ide pemekaran FIKTM muncul karena spektrum ilmu kebumian yang lebar dan memunculkan dikotomi sains (science) dan teknik (engineering).
Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB memiliki enam program studi sarjana antara lain Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Industri, Manajemen Rekayasa Industri, Teknik Bioenergi dan Kemurgi, dan Teknik Pangan. Program studi ini tersebar di beberapa kampus ITB, dengan beberapa program studi berada di kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon.
Prospek kerja lulusan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB sangat beragam, mencakup sektor industri migas, pertambangan, hingga lingkungan. Alumni dapat bekerja sebagai ahli eksplorasi dan eksploitasi di perusahaan minyak dan gas (migas), pertambangan, atau panas bumi.
Selain itu, lulusan dapat meniti karir di lembaga penelitian, instansi pemerintahan, universitas sebagai dosen, konsultan teknik geologi atau lingkungan, serta di sektor-sektor lain seperti oseanografi (misalnya survei laut, perikanan, pariwisata), geofisika, geologi, dan meteorologi.
Prospek Kerja
Teknik Geologi menjadi ahli eksplorasi dan eksploitasi di industri perminyakan, pertambangan, atau panas bumi, serta menjadi konsultan, peneliti, atau dosen.
Bidang Oseanografi, Bekerja di bidang pendidikan, penelitian (seperti BRKP, BPPT, LIPI), eksplorasi migas lepas pantai, konsultan lingkungan, perusahaan survei, industri perikanan, atau pariwisata bahari.
Bidang Meteorologi bertugas menganalisis cuaca di instansi pemerintah seperti BMKG dan BPPT, menjadi peneliti, atau ahli di bidang pertanian dan industri yang terkait dengan meteorologi.
Jurusan Geofisika bekerja di bidang eksplorasi, akuisisi dan pemrosesan data geofisika, konsultan, atau di perusahaan-perusahaan migas dan pertambangan seperti Caltex, Medco Energy, atau Schlumberger. Bidang Geodesi bekerja di instansi pemerintah seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Informasi Geospasial (BIG), dinas-dinas daerah, atau instansi militer.
Prospek kerjanya bisa juga di bidang kerja umum lainnya misalnya Lembaga Penelitian dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)dengan cara berkontribusi di pusat-pusat penelitian atau bekerja di LSM yang berfokus pada lingkungan atau sumber daya alam.
Di Instansi Pemerintahan bisa bekerja di kementerian, badan, atau dinas pemerintah terkait sumber daya alam, lingkungan, atau tata ruang. Dalam dunia pendidikan bisa menjadi dosen atau pengajar di perguruan tinggi negeri maupun swasta. (*)
Penulis Yanita Intan Sariani. Editor Ichwan Arif.












