Liputan

Siswa Smamio Tampilkan Retorika dalam Lomba Story Telling Peringatan Isra Mikraj

27
×

Siswa Smamio Tampilkan Retorika dalam Lomba Story Telling Peringatan Isra Mikraj

Sebarkan artikel ini
Siswa Smamio
Evelyn Aufa Nadhifa kelas X-3 story telling dalam peringatan Isra Mikraj Smamio

Selawe.com – Dalam rangka memperingati hari besar Islam Isra Mikraj 1447 H, SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik menyelenggarakan lomba bercerita (storytelling) tingkat sekolah pada Kamis (15/1/2026).

Acara yang berlangsung di masjid Al Mizan Smamio ini diikuti dengan tujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW.

“Tujuan utama peringatan Isra’ Mikraj di sekolah adalah untuk menguatkan akidah dan keimanan siswa kepada Allah SWT. Peristiwa Isra’ Mikraj mengajarkan bahwa kekuasaan Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu, serta meneguhkan keyakinan bahwa segala perintah-Nya mengandung hikmah bagi kehidupan manusia,” ungkap ustadzah Ulyatun Nikmah, M. Pd kepala Smamio.

Selain itu, Isra Mikraj menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kecintaan siswa kepada Rasulullah. Keteladanan dalam ketaatan, kesabaran, dan tanggung jawab dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sebagai pelajar, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Peringatan Isra’ Mikraj juga memiliki tujuan penting dalam menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab, khususnya melalui perintah shalat lima waktu yang diterima Rasulullah dalam peristiwa tersebut. Shalat tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan waktu, ketenangan jiwa, serta pengendalian diri.

Sebagai bentuk penguatan pemahaman dan kreativitas siswa, sekolah berharap kegiatan peringatan Isra’ Mikraj dapat dilengkapi dengan lomba storytelling bertema Isra’ Mi’raj. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk mengekspresikan pemahaman mereka secara naratif dan kreatif, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

“Lomba storytelling diharapkan mampu menumbuhkan keberanian, kemampuan komunikasi, serta kecintaan siswa terhadap sejarah dan teladan Rasulullah, tandasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kelas X dan XI dengan mengusung tema Inspirasi Iman, Ibadah, dan Akhlak Generasi Muda. Para peserta ditantang untuk mengemas kisah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dengan gaya bahasa yang menarik bagi generasi Z.

Peserta tampil dengan berbagai gaya retorika yang memukau. Ada pula yang menggunakan media visual seperti alat peraga buatan tangan yang menambah kedalaman suasana.

Persaingan ketat terjadi sejak babak awal. Namun, penampilan Evelyn Aufa Nadhifa kelas X-3 berhasil mencuri perhatian dewan juri. Dengan intonasi yang dramatis dan penguasaan panggung yang tenang, Elyn penggilan akrabnya mengajak para siswa menelusuri kembali perjalanan yang melampaui batas ruang dan waktu dan menjadi perjalanan agung Rasulullah SAW.

“Saya tidak menyangka bisa menang. Persiapannya hanya sehari, tapi saya berusaha memahami setiap bagian ceritanya agar pesan moralnya sampai ke teman-teman,” ujar Elyn saat diwawancarai usai menerima penghargaan Terbaik Story telling kelas X.

Baginya, kisah Isra Mikraj bukan sekadar cerita sejarah, tetapi pesan kehidupan. Jika Nabi Muhammad SAW diperjalankan menembus langit demi menerima perintah salat, maka sudah seharusnya menjalankan salat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Karena dengan salat, hati menjadi tenang, iman dikuatkan, dan arah hidup diluruskan menuju ridha Allah SWT.

Di sisi lain, Ishaq Muhammad Iskandar dari kelas XI 4 juga tampil memukau dengan perspektif cerita yang lebih mendalam mengenai makna perintah salat lima waktu. Retorika Ishaq yang lugas dan penuh energi membuatnya mendapat apresiasi Terbaik Story telling kelas XI.

Dengan gaya tutur yang runtut, visual, dan penuh penghayatan, Ishaq bercerita dengan gaya khas anak muda. Ishaq juga merasa senang bisa memperoleh penghargaan tersebut, karena berbekal pemahaman dan tongkat serta tali dia bisa menyampaikan pesan isra mikraj pada audiens. (*)

Penulis Yanita Intan Sariani. Editor Ichwan Arif.