Liputan

Tahfidz Goes to Mosque Berlian Primary School: Menumbuhkan Cinta Masjid dan Al-Qur’an sejak Usia Dini

30
×

Tahfidz Goes to Mosque Berlian Primary School: Menumbuhkan Cinta Masjid dan Al-Qur’an sejak Usia Dini

Sebarkan artikel ini
SD Berlian
Siswa antusias menghafalkan al-Qur’an di Masjid Al Mizan Smamio (Farikha)

Selawe.com – Gerimis tipis mengiringi langkah 53 siswa kelas I Al Aqsha dan kelas IV Alexandria SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) saat menuju Masjid Al Mizan SMA Muhammadiyah 10 GKB, Senin pagi (12/1/2026).

Mereka adalah siswa Tahfidz Class Program (TCP) yang mengikuti kegiatan Tahfidz Goes to Mosque, sebuah ikhtiar pendidikan untuk menanamkan kecintaan pada masjid dan Al Quran sejak usia belia.

Kegiatan bulan Januari ini dilaksanakan di Masjid Al Mizan, masjid baru yang diresmikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebulan sebelumnya. Sejak pukul 06.00 WIB, sejumlah siswa telah hadir meski kegiatan baru dimulai pukul 06.45 WIB.

Satu per satu siswa memasuki masjid dengan wajah ceria, disambut wali kelas dan guru tahfidz. Arsitektur masjid yang megah dan suasana yang tenang memancing decak kagum para peserta, sebagian besar baru pertama kali menginjakkan kaki di masjid tersebut.

Tahfidz Goes to Mosque merupakan program rutin TCP Berlian Primary School yang dirancang untuk memberikan suasana belajar menghafal Al-Quran di luar kelas.

Lebih dari itu, program ini bertujuan menumbuhkan ikatan emosional anak dengan masjid, sejalan dengan ajaran Rasulullah tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah, di antaranya pemuda yang tumbuh dalam ketaatan dan orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid.

Ketua panitia kegiatan, Maratus Solihah, S.Pd.I, menjelaskan bahwa Masjid Al Mizan dipilih karena lokasinya berada di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah PCM GKB dan dekat dengan tempat tinggal mayoritas siswa di kawasan Pondok Permata Suci (PPS).

“Masjid ini kami pilih agar anak-anak tidak hanya mengenalnya sebagai tempat kegiatan tahfidz, tetapi juga tertarik datang bersama orang tua untuk memakmurkan masjid,” ujarnya.

Menurut Maratus, suasana masjid yang hening dan khusyuk mendukung pembentukan karakter serta kecintaan terhadap Al-Quran.

“Alhamdulillah, bisa melaksanakan kegiatan di masjid baru. Anak-anak sangat senang dan semangat,” katanya.

Antusiasme serupa disampaikan Reni Ratnawati, S.Pd.I, wali kelas I Al Aqsha. Ia menilai pembelajaran di masjid memberi pengalaman berbeda bagi siswa.

“Masjid yang sejuk dan luas membuat anak-anak lebih fokus dan merasakan ketenangan saat menghafal. Ini pengalaman emosional yang positif dan berkesan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembiasaan shalat dhuha, dilanjutkan dengan tausiyah dari Aditama, M.Ag, Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur. Dalam tausiyahnya, Aditama menekankan pentingnya adab di masjid serta keistimewaan para penghafal Al Quran.

“Iman itu naik dan turun, begitu pula semangat menghafal Al-Quran. Karena itu, para penghafal perlu terus dimotivasi dan dihindarkan dari kejenuhan, salah satunya dengan menghadirkan suasana belajar yang nyaman seperti di masjid,” tuturnya.

Berlian Primary School, kata Aditama, telah mengambil langkah tepat dengan menjadikan masjid sebagai ruang pembelajaran spiritual yang hidup.

Berpusat di Masjid

Kepala Berlian Primary School, Farikha, S.Pd., menegaskan bahwa program ini terinspirasi dari pendidikan Rasulullah yang berpusat di masjid.

“Masjid adalah pusat pendidikan umat Islam. Dari sanalah lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak,” ujarnya.

Ia bersyukur program Tahfidz Goes to Mosque mendapat sambutan baik dari berbagai masjid, baik di Gresik maupun luar daerah.

“Kami ingin penguatan hafalan dan karakter siswa terus dirawat melalui kegiatan yang mendekatkan mereka kepada ketaatan kepada Allah. Harapannya, masjid menjadi tempat yang dicintai dan melekat di hati anak-anak, sehingga Allah mencatatnya sebagai amal saleh dan memasukkan mereka ke dalam golongan yang dinaungi-Nya di hari akhir,” pungkas Farikha. (*)

Penulis Farikha. Editor Ichwan Arif.