
Selawe.com – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional kembali menjadi momentum penting untuk mengingat perjuangan bangsa Indonesia dalam menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme.
Seluruh siswa kelas 1-5 mengikuti upacara bendera dalam memperingati upacara bendera dengan mengusung tema Perempuan Muhammadiyah Berkemajuan dalam Semangat Kebangkitan Nasional, Rabu (20/05/2026).
Di hadapan siswa SD Muhammadiyah GKB 2 (Berlian Primary School) Ketua pimpinan cabang Aisyiyah GKB Umu Sholihah, S.Pd. memaparkan mengenai sejarah Hari Kebangkitan Nasional berlangsung penuh makna.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengulas sejarah lahirnya Hari Kebangkitan Nasional, tetapi juga mengajak generasi muda memahami peran besar Muhammadiyah dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Umu sholihah menceritakan tentang sejarah kebangkitan nasional. “Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908,” jelasnya.
Organisasi tersebut menjadi tonggak penting lahirnya kesadaran nasional rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajahan. Sebelum lahirnya Budi Utomo, perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah masih bersifat kedaerahan.
Setiap daerah melakukan perlawanan sendiri-sendiri sehingga gerakannya belum terkoordinasi secara menyeluruh. Namun, berdirinya organisasi Budi Utomo mengubah arah perjuangan bangsa menjadi lebih terorganisasi dan mengedepankan persatuan nasional.
“Semangat persatuan tersebut kemudian menjadi pondasi penting bagi perjalanan bangsa menuju kemerdekaan. Kesadaran untuk bersatu dalam satu identitas sebagai bangsa Indonesia mulai tumbuh dan berkembang sejak saat itu,” ujarnya.
Rasa Nasionalisme
Umu Sholihah menjelaskan Hari Kebangkitan Nasional sendiri secara resmi ditetapkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Penetapan tersebut dilakukan pada tahun 1948 atau sekitar tiga tahun setelah Indonesia merdeka.
“Tujuan ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional adalah untuk memperkuat rasa nasionalisme masyarakat Indonesia paska kemerdekaan. Saat itu, bangsa Indonesia masih membutuhkan semangat persatuan untuk membangun negara yang baru berdiri setelah terbebas dari penjajahan,” katanya.
Dia menjelaskan kontribusi besar Muhammadiyah terhadap perkembangan bangsa. “Organisasi Muhammadiyah disebut memiliki peran penting dalam mendukung semangat kebangkitan melalui berbagai bidang kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Salah satu kontribusi utama Muhammadiyah terlihat di bidang pendidikan. Pada masa penjajahan, pendidikan umumnya lebih menekankan pada pembelajaran agama secara terbatas.
Muhammadiyah kemudian menghadirkan sistem pendidikan modern dengan menggabungkan pendidikan agama dan ilmu pengetahuan umum.
Konsep sekolah modern yang diperkenalkan Muhammadiyah menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia. Melalui model pendidikan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga pengetahuan umum yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Peran Muhammadiyah
Umu Sholihah mengungkapkan peran Muhammadiyah juga berkembang dalam bidang kesehatan. Organisasi tersebut aktif mendirikan rumah sakit serta berbagai layanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, hingga saat ini Muhammadiyah telah memiliki sekitar 129 rumah sakit dan 260 klinik kesehatan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan kontribusi besar Muhammadiyah dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat.
Antusiasme siswa semakin terlihat ketika pembahasan diarahkan pada perkembangan Muhammadiyah di Kabupaten Gresik. Muhammadiyah di Gresik juga memiliki sejumlah fasilitas kesehatan yang berperan melayani masyarakat.
Di wilayah Gresik, Muhammadiyah telah memiliki dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik dan Rumah Sakit PKU Sekapuk. Selain rumah sakit, terdapat pula tiga klinik yang dikelola Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Ketiga klinik tersebut adalah Klinik Aisyiyah GKB, Klinik Muhammadiyah Sekapuk, dan Klinik Muhammadiyah Cerme. Klinik Aisyiyah GKB bahkan disebut menjadi satu-satunya klinik milik Aisyiyah yang berada di Kabupaten Gresik. Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Muhammadiyah setempat.
Selain pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah juga dikenal melahirkan banyak tokoh nasional yang berpengaruh bagi Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa maupun perkembangan pemikiran masyarakat.
Beberapa nama yang disebutkan di antaranya adalah KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah sekaligus pahlawan nasional, KH Mas Mansyur, serta Buya Hamka. Pemateri juga menyampaikan bahwa Presiden pertama Indonesia, Soekarno, memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Muhammadiyah memiliki hubungan erat dalam perjalanan sejarah bangsa.
Di akhir kegiatan, suasana berubah menjadi lebih hangat ketika Ibu Umu Sholihah SPd menyampaikan pesan penuh harapan kepada para siswa. Ia berharap generasi muda, khususnya siswa-siswi SD Muhammadiyah GKB 2, kelak tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya doakan anak-anak semua nanti menjadi orang-orang sukses, sukses dunia juga sukses akhirat,” ucapnya.
Dia memaparkan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan, pendidikan, dan kontribusi bagi bangsa.
“Semangat kebangkitan yang diwariskan para pendahulu diharapkan dapat terus tumbuh dalam diri generasi muda sebagai penerus masa depan Indonesia,” harapnya. (*)
Penulis Ainun Nadhifah. Editor Ichwan Arif.












