
Selawe.com – Hari pertama masuk sekolah menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi ratusan murid baru SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Senin (13/7/2026).
Berbeda dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada umumnya, sekolah ini menghadirkan suasana bak perhelatan Piala Dunia 2026. Seluruh rangkaian penyambutan dikemas kreatif, ramah anak, dan bebas perundungan, sekaligus menanamkan nilai sportivitas sejak langkah pertama para murid memasuki lingkungan sekolah.
Sejak pagi, murid baru tampak mengenakan jersey berbagai negara peserta Piala Dunia sebagai dress code MPLS. Beragam warna memenuhi halaman sekolah, mulai dari jersey Argentina, Brasil, Jepang, Inggris, Spanyol, Prancis, hingga Indonesia. Dekorasi bertema sepak bola semakin memperkuat atmosfer internasional yang menyambut kedatangan mereka.
Sebelum memasuki area sekolah, para guru piket menyambut setiap murid dengan senyum hangat. Mereka mengajak siswa membaca password pagi yang berisi doa keluar rumah sekaligus memeriksa kerapian dan kebersihan kuku sebagai bagian dari pembiasaan karakter disiplin dan hidup bersih.
Perjalanan menuju ruang MPLS terasa semakin berkesan saat para murid melewati gerbang balon raksasa bertuliskan “Hello School, Hello Goals” yang didominasi warna biru.
Di sisi kanan terpampang logo Spemdalas, sementara di sisi kiri terdapat logo Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Deretan bendera negara-negara peserta Piala Dunia 2026 berkibar di sepanjang jalur masuk, menghadirkan nuansa layaknya memasuki stadion sepak bola internasional.
Selepas melewati gerbang, kakak-kakak IPM Spemdalas telah bersiap menyambut dengan mengenakan jersey tim nasional sambil mengibarkan bendera berbagai negara.

Para murid kemudian berjalan di atas karpet hijau yang menyerupai rumput lapangan sepak bola. Di ujung lintasan, mereka mendapat kesempatan menendang bola ke arah gawang yang dijaga anggota IPM. Sorak sorai dan tawa riang pun terdengar setiap kali bola berhasil bersarang di gawang.
Muhammad Alvaro Aldridge Satrio, murid baru kelas VII Ibnu Sina, mengaku terkesan dengan penyambutan yang diterimanya.
“Meriah dan seru sekali. Kakak-kakak IPM menyambut kami dengan sangat ramah, jadi saya tidak merasa gugup di hari pertama sekolah,” ungkapnya.
Kesan serupa disampaikan Vionel Alfarizqy Widyadhana Lelepadang, siswa kelas IX Baghdad. “Penyambutan tahun ini sangat meriah dan penuh semangat. Murid-murid memakai jersey negara favoritnya sehingga suasananya seperti Piala Dunia. Mereka juga terlihat senang saat berjalan di karpet hijau dan menendang bola ke gawang yang dijaga kakak-kakak IPM,” tuturnya.
Ketua Panitia MPLS, Ustadzah Octaria Wahyu Ningtias, S.Pd., menjelaskan bahwa tema Piala Dunia dipilih bukan sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga membawa pesan pendidikan yang kuat.
“Piala Dunia mencerminkan sportivitas, disiplin, kerja sama, dan kompetisi yang sehat. Sama seperti turnamen yang mempertemukan berbagai negara dengan latar belakang berbeda, murid baru kami juga berasal dari sekolah dan lingkungan yang beragam. Kami ingin mereka saling mengenal, menghargai perbedaan, serta tumbuh bersama untuk meraih prestasi,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman pertama di Spemdalas dapat meninggalkan kesan positif bagi seluruh murid baru.
“Kami ingin MPLS menjadi ruang yang menyenangkan, aman, dan membangun rasa percaya diri. Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak-anak berani bermimpi, berprestasi, dan terus berkembang,” pungkasnya.
Melalui konsep penyambutan yang kreatif dan edukatif ini, lanjutnya, Spemdalas menunjukkan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan mengenalkan lingkungan sekolah.
“Lebih dari itu, MPLS menjadi momentum membangun karakter, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta mengajarkan bahwa setiap murid adalah bagian dari satu tim besar yang siap belajar, bertumbuh, dan mencetak prestasi bersama,” ungkapnya. (*)
Penulis Mochammad Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.












