Liputan

Tok, RKAS 2026–2027 MGKB School Disahkan di Raker Dikdasmen PCM GKB

32
×

Tok, RKAS 2026–2027 MGKB School Disahkan di Raker Dikdasmen PCM GKB

Sebarkan artikel ini
Rapat Kerja'
Peserta Rapat Kerja Majelis Dikdasmen dan PNF PCM GKB

Selawe.com – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026–2027 di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio), SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb), dan SD Muhammadiyah 2 GKB (SD Berlian) sebagai forum penyusunan sekaligus pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan pada Tahun Pelajaran 2026–2027.

Membuka kegiatan, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PCM GKB Gresik, Kaswandi, menyampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan raker adalah mengesahkan RKAS yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program sekaligus pengelolaan keuangan sekolah selama satu tahun pelajaran ke depan.

Menurutnya, RKAS merupakan dokumen strategis yang memuat seluruh rencana kegiatan beserta kebutuhan anggaran yang disusun secara rinci. Melalui dokumen tersebut, setiap sekolah dapat memastikan bahwa seluruh program memiliki dasar perencanaan yang jelas dan kebutuhan pendanaannya telah diperhitungkan sejak awal.

“RKAS menjadi acuan pelaksanaan kegiatan selama satu tahun ke depan, baik dari sisi program maupun keuangan. Di dalamnya terdapat rincian penganggaran sehingga setiap kegiatan memiliki alokasi dana yang jelas,” ujarnya.

Kaswandi menjelaskan bahwa penyusunan RKAS juga bertujuan memastikan penggunaan anggaran tetap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selain itu, dokumen tersebut menjadi dasar dalam penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) apabila sewaktu-waktu dilakukan audit, baik oleh PCM maupun PDM Muhammadiyah.

Ia menambahkan, sebelum disahkan, setiap RKAS melalui beberapa tahapan review agar kondisi keuangan sekolah tetap sehat, proporsional, dan tidak mengalami defisit.

PCM GKB
Sekretaris PCM GKB, Ir. Sugeng, M.M. menyampaikan sambutan

Komitmen

Sementara itu, Ketua PCM GKB yang diwakili oleh Ir. Sugeng, M.M., mengapresiasi komitmen Majelis Dikdasmen dan PNF beserta seluruh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang terus menjalankan tata kelola pendidikan sesuai ketentuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Ia menegaskan bahwa penyusunan rencana kerja dan anggaran bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan amanat organisasi yang secara tegas diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah. Oleh karena itu, penyusunan RKAS menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.

“Hasil raker ini nantinya akan diwujudkan dalam sebuah buku yang memuat seluruh program kegiatan sekaligus perencanaan keuangan sebagai pedoman pelaksanaan selama satu tahun pelajaran,” tuturnya.

Sugeng juga mengingatkan seluruh peserta untuk memperhatikan Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Imbauan Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat. Menurutnya, setiap sekolah perlu menyusun skala prioritas sehingga anggaran yang tersedia benar-benar dimanfaatkan untuk program-program yang paling penting dan berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

“Budaya hidup hemat perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, kita harus mampu menentukan skala prioritas program sehingga anggaran dapat digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran,” pesannya.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Kurikulum Majelis Dikdasmen dan PNF PCM GKB Gresik, Luthfi Arif, M.Pd., mengingatkan bahwa dunia pendidikan akan terus menghadapi berbagai perubahan kebijakan sehingga sekolah dituntut memiliki perencanaan yang matang dan mampu beradaptasi dengan setiap perkembangan.

Menurutnya, semakin kompleksnya tantangan pendidikan mengharuskan para pemangku kebijakan di sekolah mempersiapkan langkah-langkah terbaik demi menjaga kualitas layanan pendidikan.

“Tantangan sekolah ke depan semakin banyak. Karena itu, sebagai pemangku kebijakan kita harus bersiap-siap merencanakan yang terbaik. Semoga apa pun kebijakan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat kita hadapi dengan optimistis, dan semoga seluruh kebijakan tersebut membawa kebaikan,” ungkapnya. (*)

Penulis Ain Nurwindasari. Editor Ichwan Arif.