Liputan

Studi Sharing Ilmu, Spemgalas Belajar Sistem dan Program Unggulan ke Spemdalas

12
×

Studi Sharing Ilmu, Spemgalas Belajar Sistem dan Program Unggulan ke Spemdalas

Sebarkan artikel ini
Studi Tiru
Studi Sharing Ilmu, Spemgalas Belajar Sistem dan Program Unggulan ke Spemdalas

Selawe.com – SMP Muhammadiyah 13 Surabaya (Spemgalas) melakukan kegiatan Studi Sharing Ilmu ke SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Rabu (8/7/26).

Rombongan tiba di Spemdalas pada pukul 09.00 dan diterima Kepala dan jajaran wakil kepala Spemdalas di Ruang Kelas IX International Class Program (ICP) Fez.

Kepala Spemgalas, Sofyanda Atmaja, S.Pd. M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan maksud kedatangannya beserta 11 timnya.

“Kami datang dengan tiga tujuan utama. Pertama, untuk silaturahmi. Kedua, untuk menimba ilmu tentang keunggulan, layanan, serta proses yang ada di Spemdalas sehingga dapat kami terapkan di Spemgalas untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Ketiga, membangun silaturahmi berkelanjutan agar kami terus bisa belajar. Karena pada dasarnya kita adalah pembelajar sepanjang hayat,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah, Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si. memaparkan filosofi dasar terkait pengelolaan sekolah. Menurutnya, kekuatan sebuah sekolah terletak pada tim, bukan pada perorangan.

“Sekolah ini dibentuk dengan superteam, bukan superman. Dengan usia 25 tahun, alhamdulillah Spemdalas sudah menjadi sekolah yang sudah cukup dewasa dan bertumbuh. Namun, kami juga perlu terus belajar. Ada sekolah yang siswanya 1000 lebih dalam usianya yang kurang lebih 12 tahun,” jelasnya.

Ia juga membagikan rahasia keberlanjutan mutu di Spemdalas. Kuncinya ada pada pengkaderan. “Ada sebagian lembaga yang menyiapkan dan memasang  oang-orang tertentu untuk menempati pos. Di Spemdalas kami ingin membangun sistem. Sistem inilah yang tetap berjalan, meskipun personelnya berganti,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Spemdalas menekankan 3 aspek utama yang membuat murid mau belajar. Pertama, murid belajar ditunjang dengan fasilitas yang memadai. Kedua, pendidik mengajar. Guru tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga menjalankan misi dakwah.

Ketiga, kepemimpinan. Kepemimpinan tidak hanya ada di kepala sekolah. Semua pemimpin harus memiliki visi ke depan dan berorientasi kepada akhirat.

“Kita beruntung karena kita selalu melibatkan agama kita dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah ini,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menyiapkan calon pemimpin masa depan. “Masa depan yang menjanjikan adalah adanya calon-calon pemimpin yang akan menggantikan,” katanya.

Dalam sesi pemaparan program, Spemdalas memperkenalkan beberapa program unggulan. Dari sisi kurikulum, sekolah memiliki Kelas ICP yang telah menerapkan kurikulum Cambridge sejak 2018.

Ada pula Kelas DTCP yang tahun lalu baru meluluskan angkatan pertamanya. Untuk penguatan karakter dan spiritual, Spemdalas memiliki kelas Tahfidz.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Tim Spemgalas dan Spemdalas saling menggali lebih dalam tentang manajemen sekolah, program sekolah, hingga implementasi kurikulum.  (*)

Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.