Liputan

Pendampingan Berbasis Data, Smamio Mantapkan Peran Sekolah Model PM dan KKA

10
×

Pendampingan Berbasis Data, Smamio Mantapkan Peran Sekolah Model PM dan KKA

Sebarkan artikel ini
Dari kanan: Pengawas Pembina Margiyanto, S.Pd., Priyandono, M.Pd., Ulyatun Nikmah, M.Pd (Kepala Smamio), dan guru Smamio dalam pendampingan sekolah model PM dan KKA.

Selawe.com – Suasana hangat, penuh semangat, dan kolaboratif mewarnai kegiatan Pendampingan Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh tim sekolah dalam memperkuat komitmen mewujudkan pembelajaran yang inovatif, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Pendampingan menghadirkan Priyandono, M.Pd sebagai pengajar pelatihan, didampingi Pengawas Pembina Margiyanto, S.Pd. Kegiatan juga diikuti oleh Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, M.Pd, Tim Kurikulum, peserta bimbingan teknis (Bimtek), serta seluruh guru pengajar yang terlibat dalam implementasi program Sekolah Model.

Sejak awal kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan, tanggapan, serta berbagi pengalaman mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA). Para guru tampak aktif mencermati setiap indikator dalam Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan mutu sekolah.

Materi pendampingan berfokus pada tiga hal utama, yaitu analisis Rapor Pendidikan, alasan Smamio ditetapkan sebagai Sekolah Model PM dan KKA, serta penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program di sekolah. Setiap indikator dibahas secara mendalam sehingga guru tidak hanya memahami capaian sekolah, tetapi juga mampu mengidentifikasi akar permasalahan dan menentukan solusi yang tepat berdasarkan data.

Dalam sesi diskusi, Priyandono, M.Pd mengajak seluruh peserta untuk memandang Rapor Pendidikan bukan sekadar dokumen evaluasi, melainkan sebagai peta jalan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui pendampingan ini, guru didorong menyusun program yang terukur, realistis, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi peserta didik.

Pengawas Pembina, Margiyanto, S.Pd, turut memberikan arahan agar seluruh rekomendasi yang telah disusun dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh warga sekolah. Menurutnya, keberhasilan sekolah model tidak hanya diukur dari administrasi, tetapi juga dari perubahan nyata dalam proses pembelajaran di kelas.

Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, M.Pd, menyampaikan, kepercayaan pemerintah kepada Smamio sebagai Sekolah Model merupakan amanah besar yang harus dijawab melalui kerja nyata dan budaya mutu yang berkelanjutan.

“Kepercayaan sebagai Sekolah Model PM dan KKA menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi. Rapor Pendidikan kami jadikan dasar dalam menyusun setiap program sehingga seluruh kebijakan benar-benar berbasis data dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran serta prestasi peserta didik. Kami ingin Smamio menjadi contoh praktik baik bagi sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

Sementara itu, pengajar pelatihan Priyandono, M.Pd mengapresiasi keterbukaan dan semangat belajar yang ditunjukkan oleh seluruh guru Smamio selama kegiatan berlangsung.

“Saya melihat budaya kolaborasi di Smamio sudah tumbuh dengan baik. Guru-guru aktif berdiskusi, terbuka terhadap evaluasi, dan memiliki semangat untuk terus berkembang. Modal inilah yang akan memperkuat Smamio sebagai Sekolah Model PM dan KKA yang mampu menghasilkan praktik pembelajaran berkualitas,” terangnya.

Salah satu peserta Bimtek, Fitri Andriyani, M.Pd, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pengambilan keputusan berbasis data.

“Pendampingan ini sangat membuka wawasan kami. Kami tidak hanya belajar membaca Rapor Pendidikan, tetapi juga memahami bagaimana menyusun rencana tindak lanjut yang tepat sasaran. Harapannya, setiap program yang kami jalankan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran di kelas,” ungkap Fitri, sapaannya.

Kegiatan ditutup dengan penyusunan komitmen bersama untuk mengimplementasikan rencana tindak lanjut yang telah dirancang. Seluruh peserta bersepakat memperkuat kolaborasi, saling mendampingi, dan terus melakukan refleksi agar program Sekolah Model PM dan KKA di Smamio berjalan secara optimal.

Melalui pendampingan ini, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah islami yang unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus siap menjadi rujukan dalam implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA) di lingkungan pendidikan Indonesia. (*)

Penulis Yanita Intan Sariani Editor Sayyidah Nuriyah