Liputan

Semarak Kampanye Calon Ketua IPM Kids Mugeb Primary School

13
×

Semarak Kampanye Calon Ketua IPM Kids Mugeb Primary School

Sebarkan artikel ini

Selawe.com – Semangat kepemimpinan dan demokrasi tumbuh semarak di lingkungan Mugeb Primary School melalui rangkaian kampanye calon Ketua IPM Kids. Tiga siswa terbaik terpilih maju sebagai calon ketua. Yaitu Adzkia Samha Hakim dari kelas VI Akordion sebagai calon nomor 1, Ghaitsa Zahra Adara dari kelas VI Biola sebagai calon nomor 2, dan Muhammad Sakha Pradipta dari kelas VI Electon sebagai calon nomor 3.

Kampanye berlangsung selama tiga hari, Selasa–Kamis, 11–13 Agustus 2026, pukul 09.00–14.00 WIB. Ketiga calon secara bergantian menyambangi kelas III–VI untuk menyampaikan visi, misi, serta gagasan mereka dalam membawa IPM Kids menjadi organisasi yang inspiratif, berkemajuan, dan berakhlak mulia.

Setiap calon hadir bersama tim sukses yang terdiri atas 7–10 siswa dari kelas masing-masing. Dengan membawa foto calon, bendera, dan berbagai ornamen pendukung, suasana kampanye pun terasa meriah. Namun, di balik kemeriahan tersebut, terselip pembelajaran penting tentang keberanian berbicara, menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, serta belajar menjadi pemimpin sejak dini.

 

Tiga Calon, Tiga Gagasan

Calon nomor 1, Adzkia Samha Hakim, membawa semangat untuk menjadikan IPM Kids sebagai wadah lahirnya generasi yang Islami, berakhlak mulia, berprestasi, mandiri, sekaligus memiliki kecintaan terhadap tanah air. Dalam orasinya, Adzkia mengajak seluruh siswa untuk menjadikan visi dan misi bukan sekadar kata-kata, melainkan semangat untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan yang terbaik bagi sekolah, agama, dan bangsa.

Sementara itu, calon nomor 2, Ghaitsa Zahra Adara, mengusung visi “IPM Mugeb ramah, berkemajuan, berakhlak mulia, dan non-bullying.” Tiga misi menjadi pijakannya, yaitu kerja nyata, menjadi kawan untuk semua, serta mengedepankan akhlak mulia.

Ghaitsa menegaskan, pemimpin bukanlah mereka yang paling keras suaranya, melainkan mereka yang bersedia menjadi teladan melalui tindakan sederhana. Semangat itu ia tutup dengan ajakan untuk bersama-sama membangun IPM yang lebih baik.

Adapun calon nomor 3, Muhammad Sakha Pradipta, membawa visi menjadikan IPM SD Mugeb sebagai sumber inspirasi yang menjunjung tinggi nilai keagamaan, unggul, dan bertanggung jawab. Tiga misi yang ditawarkan adalah menumbuhkan disiplin waktu siswa, meningkatkan semangat kebersamaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif.

Dengan penuh percaya diri, Sakha menyampaikan bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar tentang memimpin, tetapi juga tentang menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.

Kampanye Akbar Semarak HUT RI

Semangat demokrasi semakin terasa dalam kampanye akbar tiga calon Ketua IPM Kids yang digelar setelah upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (17/8/2025).

Di hadapan seluruh siswa, ketiga calon kembali menyampaikan gagasan terbaik mereka. Sorak dukungan, kibaran bendera, dan semangat para tim sukses menjadikan suasana semakin meriah. Setiap calon tampil dengan karakter dan gaya masing-masing, membawa pesan yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah.

Bagi Adzkia Samha Hakim, menjadi calon Ketua IPM Kids bukan sekadar kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi. Tetapi juga sebuah pengalaman yang menguji keberanian dan keteguhan hati.

Sebagai calon nomor 1, Adzkia dengan penuh percaya diri menyambangi ruang-ruang kelas untuk memperkenalkan gagasannya. Dalam perjalanan kampanye, ia menghadapi berbagai tantangan yang tidak selalu mudah. Ada momen ketika suasana yang dihadapinya membuat perasaannya tersentuh dan tidak kuasa menahan air mata.

Namun, Adzkia berusaha tetap tegar. Dengan ketulusan seorang anak yang sedang belajar menjadi pemimpin, ia memilih untuk terus melangkah dan menyelesaikan kampanyenya.

“Aku nggak apa-apa, baik baik saja kok,  Ustazah,” ucapnya sederhana, seolah ingin meyakinkan bahwa dirinya mampu melewati tantangan tersebut.

Tangis yang sempat hadir justru menjadi bagian dari proses belajarnya. Dari pengalaman itu, Adzkia belajar, menjadi pemimpin bukan berarti tidak pernah merasa sedih atau menghadapi kesulitan. (*)

Penulis Kaiisnawati Penyunting Sayyidah Nuriyah