Liputan

Waspada Monster Gigi! Keseruan Siswa Mugeb Belajar Merawat Kesehatan Mulut

13
×

Waspada Monster Gigi! Keseruan Siswa Mugeb Belajar Merawat Kesehatan Mulut

Sebarkan artikel ini

Selawe.com – Suasana ceria dan antusias tampak di aula Averoes Hall Mugeb Primary School pada Kamis (20/8/2026). Siswa kelas II mengikuti kegiatan pembelajaran interaktif bertema “Pahlawan Gigi” bersama dokter gigi Siti Kholifah yang bertugas di Puskesmas Kebomas, Gresik.

Program guest teacher ini diawali dengan interaksi hangat ketika drg. Siti Kholifah bertanya kepada para siswa mengenai kebiasaan menyikat gigi. Anak-anak dengan kompak langsung mengacungkan tangan tanda sudah menyikat gigi sebelum berangkat ke sekolah.

Dalam pemaparannya, drg. Siti Kholifah menjelaskan bahwa manusia memiliki dua jenis gigi, yakni gigi susu dan gigi dewasa:

• Gigi Susu: Berjumlah 20 buah yang tumbuh sejak bayi hingga masa kanak-kanak. Gigi ini nantinya akan tanggal satu persatu untuk digantikan oleh gigi dewasa.

• Gigi Dewasa: Berjumlah 32 buah dengan ukuran yang lebih besar dan harus dijaga kesehatannya agar tidak mudah rusak.

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

• Gigi Seri: Terletak di bagian paling depan untuk memotong makanan.

• Gigi Taring: Berfungsi untuk mengoyak makanan seperti daging dan ayam.

• Gigi Geraham: Berfungsi untuk mengunyah makanan hingga lembut.

Siti Kholifah juga memaparkan tiga tugas utama gigi, yaitu mengunyah serta menghaluskan makanan, membantu melafalkan kata-kata agar terdengar jelas, serta memperindah senyum sehingga wajah tampak lebih cerah dan ramah.

Sesi Ice Breaking dan Waspada “Monster Gigi”

Agar suasana tetap menyenangkan, pemateri mengajak para siswa melakukan ice breaking dengan yel-yel bertajuk “Tepuk Pahlawan Gigi”:

“Tepuk 2x Ambil sikat, tepuk 2x pasta gigi, tepuk 2x sikat sikat, tepuk 2x lebih kuat lebih sehat gigi cemerlang cling!” katanya.

Selain itu, ia menjelaskan ancaman “Monster Gigi”, yakni sisa makanan yang tertinggal dan tidak dibersihkan sehingga membuat gigi perlahan berlubang dan terasa ngilu. Untuk mencegahnya, anak-anak diimbau untuk mengurangi konsumsi makanan manis.

Sebagai penyeimbang, siswa diperkenalkan dengan “Sahabat Gigi”, yaitu makanan dan minuman yang kaya kalsium serta serat seperti buah-buahan, sayuran, susu, dan air putih. Kunci utama menjadi pahlawan gigi adalah rajin menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Praktik Langsung dan Sesi Tanya Jawab Interaktif

Kegiatan semakin menarik ketika sesi praktik dimulai. Nadia Shaqueena Hussein, siswi kelas II Dates, mendapat kesempatan untuk maju ke depan kelas dan mempraktikkan cara menyikat gigi yang baik dan benar menggunakan boneka peraga.

Dalam kesempatan itu, drg. Siti Kholifah memberikan tips memilih perlengkapan gigi yang tepat:

• Pilih sikat gigi berbulu lembut agar aman untuk gusi, memiliki kepala sikat yang kecil agar mudah menjangkau seluruh bagian gigi, serta gagang yang nyaman dan tidak licin.

• Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Sesi ini juga diwarnai dengan antusiasme siswa saat tanya jawab. Albi Al Khawarizmi, siswa kelas II Cherry, sempat bertanya mengenai penyebab gusi berwarna hitam. drg. Siti Kholifah menjelaskan bahwa gusi manusia pada dasarnya tidak berwarna hitam, melainkan bisa tampak kemerahan apabila mengalami peradangan akibat kurangnya kebersihan.

Di penghujung acara, seluruh siswa secara serentak mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar menggunakan botol plastik dan perlengkapan sikat gigi yang telah mereka bawa dari rumah.

Harapan dari kegiatan edukatif ini adalah agar anak-anak bisa lebih peduli dalam merawat kesehatan gigi dan mulut dengan baik sejak usia dini. (*)

Penulis Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy Editor Sayyidah Nuriyah