
Selawe.com – Kolam ikan menjadi salah satu tempat menarik di lingkungan sekolah. Suasananya tenang dan damai, terutama ketika sedang sepi. Kolam ini berada di ruang terbuka sehingga udara di sekitarnya terkadang terasa cukup panas. Namun, keadaan tersebut tidak mengurangi kenyamanan untuk duduk, melihat ikan, atau sekadar menikmati suasana.
Kolam ikan tersebut memiliki air yang jernih dan bersih. Di dalamnya terdapat air mancur yang membuat suasana terasa semakin menenangkan. Berbagai jenis ikan dengan warna yang beragam, seperti oranye, merah, putih, hitam, dan krem, berenang di dalam kolam. Di antaranya ada ikan koi, ikan patin albino, dan ikan sapu-sapu.
Di sekitar kolam terdapat beberapa tanaman dan tempat duduk yang dapat digunakan siswa untuk bersantai. Di samping kolam juga tersedia tempat pengisian air minum. Jadi, jika ada murid yang haus atau kehabisan air minum, mereka dapat mengisi kembali botolnya. Ada pula tempat penampungan ikan berwarna biru yang menjadi bagian dari fasilitas di sekitar kolam.
Kolam ini tidak hanya menjadi tempat untuk melihat ikan. Murid juga bisa menggambar, memberi makan ikan, atau sekadar duduk menikmati suasana. Ketika melihat ikan-ikan berenang di air yang jernih, rasanya nyaman dan membuat senang.
Saat jam istirahat, beberapa murid sering datang untuk melihat ikan. Pada waktu tertentu, terlihat pramubakti yang merawat dan memperbaiki kolam. Salah seorang pramubakti yang merawat kolam tersebut bernama Pak Imam.
Kolam ikan juga menyimpan pengalaman yang berkesan bagiku. Saat kelas III, aku pernah bermain bersama Allea dari kelas III Egypt. Saat itu kami sedang melihat ikan. Tiba-tiba Allea mempunyai ide.
“Gimana kalau kita mancing?” tanya Allea.
Aku menjawab, “Oke, tapi pakai apa?”
Allea kemudian menjawab, “Pakai kayu dan batang tanaman ini!”
“Oke deh. Umpannya?” tanyaku.
“Pakai lumut,” jawabnya.
Kami pun membuat pancingan sederhana menggunakan kayu, batang tanaman, dan lumut sebagai umpan. Setelah pancingan selesai dibuat dan diberi umpan, kami mulai memancing. Tidak lama kemudian, umpan Allea dimakan ikan. Aku ikut membantu menarik pancingannya. Namun, tiba-tiba tali pancing itu putus.
Setelah itu, aku memberikan pancinganku kepada Allea. Namun, umpannya sudah terlepas sehingga aku membuat pancingan baru. Saat sedang membuat pancingan, ternyata Allea sudah dijemput. Akhirnya, kegiatan memancing kami pun selesai dan aku pindah ke perpustakaan.
Setelah aku menceritakan pengalaman itu kepada salah satu guru, ternyata aku baru tahu bahwa di sana tidak boleh memancing ikan. Biar ikannya hidup tenang, kami hanya boleh memberi makan ikan.
Sejak saat itu, aku jadi tahu bahwa kolam ikan bukan hanya tempat untuk bermain, tetapi juga tempat yang harus dijaga. Bagiku, kolam ikan merupakan salah satu tempat yang menyenangkan di sekolah. Di sini aku bisa melihat ikan, bermain, dan menikmati suasana yang tenang. (*)
Karya Shafia Qatrunnada Takziya dan Shakila Farzana Putri Selamet, Journalist Kids Mugeb Primary School, Editor Sayyidah Nuriyah












