Liputan

Saat Bunda Siapkan Hiasan Kepala Tumpeng

10
×

Saat Bunda Siapkan Hiasan Kepala Tumpeng

Sebarkan artikel ini

Selawe.com — Delapan wali murid kelas II SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik menyelesaikan puluhan hiasan kepala berbentuk tumpeng nasi kuning, Kamis (13/8/2026). Hiasan tersebut disiapkan untuk dikenakan murid saat pawai memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengerjaan dilakukan secara berkelompok di ruang kelas setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Para bunda membawa berbagai bahan, seperti spons, gabus styrofoam, kain flanel, dakron, cat tembok, benang, lem tembak, dan pita.

Hiasan dibuat menyerupai tumpeng nasi kuning lengkap dengan berbagai lauk. Di antaranya sate tahu-tempe, mi, telur, wortel, seledri, cabai merah, ikan, ayam, dan timun.

Dipilih melalui Voting

Pembuatan hiasan kepala tersebut berawal dari pengumuman lomba yang disampaikan wali kelas melalui grup WhatsApp pada Kamis (6/8/2026). Sekolah mengajak seluruh murid kelas I–VI membuat hiasan kepala bertema Kemerdekaan Indonesia.

Setiap murid diminta membuat hiasan secara mandiri dengan bahan dan perlengkapan yang bebas. Hiasan tersebut akan dikenakan saat pawai pada Jumat (14/8/2026).

Untuk membuat tampilan setiap kelas lebih seragam, wali murid kelas II kemudian berdiskusi melalui grup WhatsApp. Mereka memilih desain secara bersama melalui pemungutan suara. Desain tumpeng nasi kuning akhirnya terpilih untuk digunakan murid kelas II.

Libatkan Keterampilan Wali Murid

Alfi Izzati, mama Zayyan, menjadi salah satu wali murid yang terlibat dalam pembuatan hiasan. Ia memiliki pengalaman menjahit pakaian karnaval dan pesta serta membuat buket melalui usaha Madania.

Alfi menjahit sejumlah komponen tumpeng menggunakan kain flanel, sedangkan wali murid lainnya membantu membuat dan memotong pola.

“Saya jahit satu per satu, mama lain bantu menggunting pola. Kalau tidak kerja sama, ya tidak jadi,” ujarnya.

Pengerjaan dilakukan secara bergantian di beberapa rumah wali murid yang berada di sekitar sekolah. Meskipun rumah Alfi lebih jauh, ia tetap datang untuk membantu menyelesaikan hiasan.

“Alhamdulillah, Kamis sudah jadi semua,” katanya.

Untuk menghasilkan bentuk yang ringan dan kokoh, bagian dalam hiasan diisi dakron. Sementara itu, bagian tertentu dicat agar menyerupai tampilan bahan makanan.

“Kami pakai cat tembok biar terlihat nyata seperti tempeh. Dalamnya saya cat hijau biar kayak hijau daun berserat,” jelas Alfi.

Timun dibuat menggunakan tambahan gabus untuk menghasilkan bentuk tiga dimensi.

“Timunnya ini kami ganjal dengan gabus untuk memberikan efek 3D,” ujarnya.

Dikerjakan hingga Malam

Proses pengerjaan dilakukan dengan membagi tugas. Ada yang menjahit, menggunting, mengecat, memasang komponen, hingga memasang karet sebagai pengait hiasan kepala.

Ithqun Najida, bunda Nawai, mengaku senang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, proses membuat hiasan mengingatkan pada kegiatan kreatif yang dilakukan ketika masih kecil.

“Senang sekali karena mengingatkan pada masa kecil, membuat hiasan seperti ini juga,” tuturnya.

Sementara itu, Sumaiyah, mama Khadijah, mengatakan tenaga yang dikeluarkan sebanding dengan kebahagiaan anak-anak.

“Nggak capek, demi anak-anak. Biar senang,” katanya.

Lina Meidyta Sari, mama Arrasy, juga menyampaikan hal serupa.

“Nggak capek, buat anak-anak harus selalu semangat,” ujarnya.

Pengerjaan puluhan hiasan bahkan berlangsung hingga malam. Maulidya Tri Anggraeni, S.Sos., Ketua Ikatan Wali Murid (Ikwam) periode 2023–2025, mengatakan para wali murid berusaha menyelesaikan seluruh hiasan sebelum digunakan dalam pawai.

“Sampai Isya pun kami selesaikan. Pokoknya sampai selesai,” katanya.

Maulidya menjelaskan, miniatur sayuran juga sengaja ditambahkan untuk membuat hiasan lebih menarik bagi anak-anak.

“Ada sayur lucu biar anak semangat makan sayur,” ujarnya.

Wali Kelas Apresiasi

Wali Kelas II Cherry, Anik Mahsunah, S.Pd.I., mengapresiasi keterlibatan para wali murid dalam persiapan lomba. Menurutnya, para bunda menunjukkan antusiasme dengan meluangkan waktu untuk mengerjakan hiasan secara bersama-sama.

“Saya sangat terharu atas waktu dan antusiasme mama-mama menyiapkan lomba menghias topi ini,” ungkapnya.

Anik juga turut memberikan suara ketika para wali murid menentukan desain hiasan kepala.

“Saya sempat diajak vote suara modelnya. Saya setujui karena menurut saya modelnya unik,” jelasnya.

Dengan selesainya puluhan hiasan kepala tersebut, murid kelas II siap mengenakan tumpeng mini dalam pawai kemerdekaan. Hiasan itu menjadi hasil kolaborasi wali murid dalam mendukung kegiatan sekolah sekaligus memeriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah