Liputan

Spemdalas Serahkan Donasi Peduli Bencana NTT

14
×

Spemdalas Serahkan Donasi Peduli Bencana NTT

Sebarkan artikel ini
Lazismu GKB Gresik
Siswa Spemdalas menyerahkan donasi sebesar Rp 16.585.000 untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ke KL Lazismu GKB Gresik

Selawe.com – Kepedulian murid, orang tua, guru, dan keluarga besar SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik berhasil terkumpul donasi sebesar Rp 16.585.000.

Donasi tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh perwakilan murid, Sabrina Salsabila Erdesya dan Azalia Mercyana Zahirah dari kelas 9 Fez, kepada perwakilan Kantor Layanan (KL) Lazismu GKB Gresik, Ustadz Slamet Hariyadi, A.Md., S.Pd.I., Rabu (2/9/2026).

Penyerahan donasi tersebut menjadi puncak dari gerakan kepedulian keluarga besar Spemdalas terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tidak sekadar mengumpulkan bantuan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi murid untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

Program penggalangan dana diawali melalui Surat Penggalangan Dana Nomor 919/IV.4/SMP.M.12.GKB/F/2026 tertanggal 19 Agustus 2026. Melalui surat tersebut, seluruh warga sekolah diajak untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.

Penggalangan dana dilakukan melalui dua cara, yakni transfer ke rekening yang telah ditentukan maupun penyerahan donasi secara tunai melalui wali kelas. Spemdalas kemudian bekerja sama dengan KL Lazismu GKB Gresik,  untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan tersebut.

Kepedulian memang tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari donasi yang diberikan dengan tulus, sekecil apa pun nilainya, tumbuh harapan untuk meringankan beban saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Semangat inilah yang menggerakkan keluarga besar Spemdalas dalam program Peduli Bencana NTT.

Kepedulian yang Menyatukan

Ketua KL Lazismu GKB Gresik, Suwono, S.TP., M.M., menyampaikan rasa syukur atas kepedulian seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan di wilayah Gresik Kota Baru.

“Alhamdulillah, hingga hari ini donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp 89 juta. Semua Amal Usaha Muhammadiyah Pendidikan di Gresik Kota Baru sudah berkontribusi,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh donasi yang telah terkumpul akan segera disalurkan setelah mendapat koordinasi dan arahan dari KL Lazismu GKB Gresik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Spemdalas yang telah memberikan donasinya,” tambahnya.

Bagi Spemdalas, penggalangan dana ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan mengumpulkan bantuan untuk korban bencana. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan murid untuk memiliki hati yang peka terhadap keadaan orang lain.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, Ain Nurwindasari, S.Th.I., MIRKH, menjelaskan bahwa kegiatan penggalangan dana sengaja dihadirkan sebagai sarana untuk menumbuhkan nilai empati dan kepedulian sosial di kalangan murid.

“Kami ingin menumbuhkan rasa peduli dan empati murid terhadap saudara-saudara yang sedang terkena musibah. Donasi ini juga menjadi bentuk nyata pembelajaran untuk saling menolong dan berbagi,” terangnya.

Ia bersyukur atas partisipasi seluruh keluarga besar Spemdalas yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. Kepedulian yang dikumpulkan selama masa penggalangan dana akhirnya berhasil diwujudkan dalam donasi sebesar Rp 16.585.000.

Jangan Menunggu Kaya untuk Berbagi

Ain juga memberikan pesan khusus kepada para murid agar tidak menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi kepada sesama.

“Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Sekecil apa pun yang kita berikan dengan ikhlas, insyaallah bernilai di sisi Allah,” pesannya.

Menurutnya, kebiasaan berinfak dan berbagi perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Dengan demikian, murid diharapkan tumbuh tidak hanya sebagai generasi yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya.

“Saya berharap anak-anak terbiasa memiliki hati yang peka, ringan tangan, dan peduli terhadap sesama,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari berbagai ujian. Karena itu, ketika berada dalam keadaan lapang, seseorang perlu membiasakan diri untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan.

“Kita juga mengingatkan siswa bahwa sewaktu-waktu kita mungkin tertimpa musibah. Dengan kebiasaan memberi, mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari musibah. Kalaupun Allah memberikan musibah atau ujian, semoga dimudahkan jalan keluarnya dengan amal sedekah yang telah kita lakukan saat lapang,” tuturnya.

“Melalui aksi Peduli Bencana NTT, keluarga besar Spemdalas kembali belajar bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui buku, pelajaran, dan kegiatan di dalam kelas. Pendidikan juga hadir ketika murid belajar merasakan kesulitan orang lain, tergerak untuk membantu, mengulurkan tangan, dan berbagi harapan,” imbuhnya.

“Rp16.585.000 memang merupakan angka yang berhasil dihimpun. Namun, di balik angka tersebut tersimpan kepedulian dari banyak hati yang ingin mengirimkan bantuan dan doa bagi saudara-saudara di NTT,” ujarnya.

“Sebab, ketika musibah menimpa sesama, selalu ada satu pelajaran yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda: jangan memilih untuk diam ketika kita masih bisa berbuat kebaikan,” pungkasnya. (*)

Penulis Mochammad Nor Qomari. Editor Ichwan Arif.