Liputan

Aunillah Ahmad PCIM Malaysia: Kader IPM SMAMIO Harus Perluas Jejaring dan Berani Bergerak ke Luar

21
×

Aunillah Ahmad PCIM Malaysia: Kader IPM SMAMIO Harus Perluas Jejaring dan Berani Bergerak ke Luar

Sebarkan artikel ini
PCIM Malaysia
Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia Aunillah Ahmad, BHSc. saat memberikan pesan kepada PR IPM Smamio 2026-2027.

Selawe.com – Menjadi kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bukan sekadar aktif dalam organisasi, tetapi juga tentang membangun karakter, mengasah kepemimpinan, dan memperluas kontribusi.

Pesan tersebut disampaikan Aunillah Ahmad, BHSc., dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia saat memberikan motivasi kepada pengurus Pimpinan Ranting IPM SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) periode 2026–2027 melalui sambungan Zoom, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kesempatan yang berlangsung di Cordoba Convention Hall Smamio tersebut, Aunillah menekankan bahwa ber-IPM merupakan kesempatan untuk membangun jejaring dan komunikasi yang lebih luas.

Menurutnya, organisasi menjadi ruang bagi para pelajar untuk saling terhubung, bertukar gagasan, serta mengembangkan potensi diri. Karena itu, kader IPM diharapkan tidak membatasi pergaulan dan pengalaman hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga berani menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Selain memperluas jejaring, ia juga mendorong para kader untuk terus melanjutkan proses perkaderan hingga mencapai tingkat paripurna.

“Proses tersebut bukan sekadar tahapan dalam organisasi, melainkan bagian dari pembentukan karakter, kematangan berpikir, dan kesiapan seorang kader untuk mengambil peran yang lebih besar,” imbuhnya.

Aunillah turut mengingatkan bahwa dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar.

“Perbedaan pendapat, kritik, dan diskusi seharusnya menjadi bagian dari proses belajar bersama. Ia menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat, dengan menjadikan ide dan gagasan sebagai objek kritik, bukan pribadi seseorang. Dengan demikian, setiap kader dapat belajar menerima masukan, menghargai perbedaan, dan tumbuh bersama dalam organisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi terhadap rekam jejak Smamio yang dinilai telah memiliki berbagai capaian positif. Namun, capaian tersebut diharapkan tidak membuat para kader merasa cukup dengan apa yang telah diraih. Justru, hal itu harus menjadi modal untuk melangkah lebih jauh dan memperluas kiprah organisasi.

“Smamio punya rekam jejak yang bagus. Jangan hanya mandek di kota sendiri, bergerilyalah ke luar,” pesannya.

Melalui penguatan ini, harapnya, lahir kader-kader IPM yang tidak hanya matang dalam berorganisasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta keberanian untuk terus berkembang dan membawa semangat gerakan pelajar Muhammadiyah ke lingkup yang lebih luas. (*)

Penulis Novania Wulandari. Editor Ichwan Arif.