Liputan

Belajar Jadi Superteam lewat Formasi Ojek dan Becak

10
×

Belajar Jadi Superteam lewat Formasi Ojek dan Becak

Sebarkan artikel ini
Outbound IPM Spemdalas GKB
Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti kegiatan outbound di Klurak Eco Park, Pacet, Mojokerto, Sabtu (5/9/2026).

Selawe.com – Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti kegiatan outbound di Klurak Eco Park, Pacet, Mojokerto, Sabtu (5/9/2026).

Beragam permainan seru diberikan untuk melatih kekompakan, kecepatan merespons informasi, hingga kemampuan menjalankan instruksi.

Salah satu permainan yang menarik perhatian adalah permainan membentuk berbagai formasi. Para murid IPM ditantang membuat formasi sesuai informasi yang disampaikan oleh instruktur. Formasi tersebut di antaranya terjun payung, ojek, becak, grab, hingga helikopter.

Setiap formasi memiliki jumlah anggota yang berbeda. Ketika instruktur menyebut “ojek”, misalnya, murid harus segera mencari satu teman sehingga terbentuk kelompok berjumlah dua orang. Keduanya kemudian membuat adegan seperti sedang naik ojek.

Begitu pula ketika terdengar instruksi “becak”. Murid harus bergerak cepat mencari teman hingga membentuk kelompok yang terdiri dari tiga orang. Mereka kemudian membuat adegan seperti sedang mengendarai becak.

Tantangan semakin bertambah ketika instruktur menyebut formasi grab yang membutuhkan empat murid dan helikopter yang membutuhkan lima murid. Selain harus bergerak cepat, setiap kelompok juga harus memastikan jumlah anggotanya sesuai dengan instruksi.

“Bagi siswa yang tidak mendapat kelompok dengan jumlah sesuai dengan istruksi, maka akan mendapat ‘hadiah’,” jelas Mira, instruktur outbound, diawal permainan.

Permainan ini bukan sekadar aktivitas untuk bersenang-senang. Di balik gerakan sat set mencari anggota kelompok, terdapat pembelajaran tentang pentingnya kemampuan mendengarkan, memahami informasi, mengambil keputusan dengan cepat, dan menjalankan instruksi dengan tepat.

Kekompakan juga menjadi kunci. Murid tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan individu. Mereka harus berkomunikasi, saling mencari, dan segera membangun formasi bersama teman.

Melalui permainan sederhana tersebut, PR IPM Spemdalas belajar bahwa menjadi sebuah tim yang hebat membutuhkan lebih dari sekadar banyak anggota. Setiap individu harus mampu mendengar, bergerak cepat, berkolaborasi, dan menjalankan perannya dengan baik.

Dari formasi ojek hingga helikopter, para murid belajar satu hal penting: untuk menjadi superteam, setiap anggota harus bergerak bersama menuju tujuan yang sama. (*)

Penulis Ichwan Arif.