
Selawe.com – Ayas disulap menjadi kreasi kekinian, telur ikan diolah menjadi hidangan kreatif, sementara informasi tentang kuliner khas Gresik dituangkan dalam poster.
Aktivitas tersebut dilakukan siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dalam kegiatan Life Skill yang dilaksanakan, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan Life Skill diikuti siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan tema dan bentuk kegiatan yang berbeda pada setiap jenjang.
Siswa kelas VII mengikuti kegiatan bertajuk Gresik Food Heritage: Mengenal dan Mengenalkan Kuliner Khas Gresik. Dalam kelompok yang terdiri atas 4–5 siswa, setiap kelompok memilih satu makanan khas Gresik yang berbeda.
Siswa mencari informasi mengenai nama makanan, asal-usul atau sejarah singkat, bahan utama, serta keunikan makanan yang dipilih. Informasi tersebut kemudian dituangkan dalam poster. Setiap kelompok juga membawa contoh makanan sesuai dengan tema poster untuk dipresentasikan.
Alya Nur Patiori, siswa kelas VII Al Khawarizmi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut membuatnya lebih mengenal kuliner khas Gresik.
“Menurut saya kegiatan ini seru karena kami tidak hanya membuat poster, tetapi juga mencari tahu sejarah dan keunikan makanan khas Gresik. Jadi, saya jadi lebih mengenal makanan khas daerah sendiri,” ungkapnya.
Siswa kelas VIII mengikuti kegiatan dengan tema Gresik Food Creative: Traditional Food, Modern Creation. Setiap kelompok memilih satu makanan tradisional Gresik sebagai inspirasi untuk dikembangkan menjadi sajian dengan konsep yang lebih modern.
Bahan yang digunakan dalam kegiatan telah matang dan siap dikonsumsi. Siswa menentukan nama kreasi, bahan yang digunakan, cara menata makanan, serta keunikan sajian yang dibuat.
Salah satu kreasi yang dihasilkan siswa kelas VIII Ferrum adalah “Ayas Marshmallow Fruit Ball”. Kreasi tersebut menggunakan Ayas sebagai inspirasi dan dipadukan dengan marshmallow serta buah.
Renata Sherafina, siswa kelas VIII Ferrum, menjelaskan kreasi kelompoknya. “Kegiatannya seru karena kami bisa mengkreasikan Ayas menjadi makanan yang lebih modern. Kami membuat Ayas Marshmallow Fruit Ball dengan menambahkan buah dan marshmallow. Selain belajar membuat makanan, kami juga belajar bekerja sama dan menuangkan ide bersama teman-teman,” ujarnya.
Sementara itu, siswa kelas IX mengikuti tema Gresik Food Creative: Local Ingredient, Creative Dish. Pada kegiatan tersebut, telur ikan digunakan sebagai bahan utama untuk membuat berbagai kreasi makanan.
Setiap kelompok membuat satu kreasi makanan berbahan dasar telur ikan. Bahan pendukung yang digunakan antara lain nasi, roti, wrap, crackers, sayuran, buah, saus, mayonnaise, keju, dan berbagai topping sesuai dengan kreasi masing-masing kelompok.
Seluruh bahan yang digunakan harus sudah matang dan siap dikonsumsi. Siswa juga tidak menggunakan kompor selama kegiatan berlangsung. Setelah menyelesaikan kreasi, setiap kelompok mempresentasikan nama makanan, bahan yang digunakan, cara membuat atau menata makanan, serta keunikan hasil kreasinya.
Faisal Mirza Elkeisha, siswa kelas IX Baghdad, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman dalam mengembangkan bahan lokal menjadi makanan.
“Menurut saya kegiatan ini menarik karena kami ditantang membuat makanan dari bahan lokal yang biasanya tidak banyak dikreasikan. Kami jadi belajar untuk lebih kreatif, bekerja sama, dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita,” tuturnya.
Fasilitator kegiatan, Lely Badriyah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Life Skill memberikan pengalaman langsung kepada siswa melalui aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak tidak hanya belajar membuat atau menyajikan makanan, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kreatif, dan mengenal potensi yang ada di daerahnya. Harapannya, mereka bisa memiliki keterampilan sekaligus rasa bangga terhadap kekayaan lokal Gresik,” jelasnya.
Kegiatan Life Skill berlangsung melalui aktivitas kelompok, mulai dari mencari informasi, menentukan ide, menyiapkan bahan, membuat atau menata sajian, hingga mempresentasikan hasil karya.
Pada kelas VII, kegiatan berfokus pada pengenalan dan penyampaian informasi mengenai kuliner khas Gresik. Kelas VIII mengembangkan makanan tradisional Gresik menjadi sajian modern, sedangkan kelas IX mengolah telur ikan sebagai bahan utama dalam kreasi makanan.
Kegiatan Life Skill tersebut dilaksanakan dengan mengangkat kuliner dan bahan pangan lokal Gresik sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran keterampilan siswa Spemdalas. (*)
Penulis Desy Suryani. Editor Ichwan Arif.












