Liputan

Berbagi Kebahagiaan, Ikwam Spemdalas Datang ke PAYMM

28
×

Berbagi Kebahagiaan, Ikwam Spemdalas Datang ke PAYMM

Sebarkan artikel ini
Ikwam Spemdalas
Foto bersama IKWAM Spemdalas dengan anak-anak PAYMM setelah sesi penyerahan bingkisan.

Selawe.com – Berbagi Kebahagiaan Ramadan Ikatan Wali Murid (Ikwan) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik kunjungi Panti Asuhan Yatim dan Miskin Muhammadiyah (PAYMM) PCM Gresik, Sabtu (22/3/25).

Menjelang sore, dalam balutan hujan, perwakilan pengurus Ikwam dan Korlas Spemdalas menuju PAYMM di Jalan KH. Kholil XVII No.29 A dengan membawa paket takjil, nasi kotak, Alquran, serta uang tunai untuk diserahkan kepada 67 anggota panti. Usia mereka bervariasi, dari usia TK hingga SMA.

Sambil menunggu saat berbuka puasa, Konselor BK Spemdalas, Achmad Indra Baskoro SPsi menceritakan kisah Julaibib.

“Julaibib adalah sahabat rasulullah yang tidak diketahui siapa ayah, ibu, atau berasal dari suku mana. Pada saat itu kondisi masyarakat menganggap bahwa yang orang yang tidak jelas nasabnya dalam orang yang hina. Ditambah lagi kondisi fisik Julaibib kurang beruntung.  

Kebahagiaan Ikwam
Achmad Indra Baskoro SPsi menceritakan kisah Julaibib di hadapan penghuni PAYMM PCM Gresik, Sabtu (22/3/25)

Setiap hari dia hidup terlantar dan memenuhi kebutuha sebagai kuli panggul. Namun kelebihan Julaibib adalah dia selalu berada di shof paling depan ketika sholat berjamaah bersama Rasulullah.

Suatu saat Rasulullah bertanya kepada Julaibib, “Hai Julaibil apakah kamu tidak ingin menikah. Julaibib menjawab, “Apakah ada yang gadis yang mau menikah dengan saya, Ya Rasulullah?

Rasulullah hanya diam mendengar jawaban Julaibib.Keesokan harinya, Rasulullah kembali bertanya kepada Julaibib. “Julaibib, tidakkah engkau menikah?”

Kembali Julaibib menjawab, “Ya Rasulullah  Adakah orang tua yang mau mengangkat saya sebagai menantu,” jawab Julaibib dengab senyum tanpa menyalahkan takdirnya.

Hari ketika, Rasulullah bertanya lagi kepada Julaibib. “Apakah kamu siap menikah, Julaibib?” Mendengar pertanyaan itu, Julaibib menjawab mantap, “Saya siap, ya Rasulullah.”

Rasulullah SAW kemudian mengajak Julaibib ke rumah salah satu pemimpin Anshar. Betapa bahagianya tuan rumah menerima kunjungan tersebut.

“Aku ingin menikahkan putri kalian,” kata Rasulullah kepada pemilik rumah. “Masya Allah, alangkah indah dan berkahnya. Duhai betapa kehadiranmu akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram di rumah kami”, si wali mengira bahwa Rasulullah akan meminang anak gadisnya.

“Bukan untukku,” aku pinang putrimu untuk Julaibib” kata Rasulullah SAW.

Ayah sang gadis tentu sangat terkejut mendengarnya, sedang istrinya berseru, “Dengan Julaibib? Bagaimana mungkin? Julaibib yang jelek dan hitam, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta? Demi Allah, tidak! Tidak akan pernah anak kita menikah dengannya!”

Sementara itu, anak gadisnya yang mendengar percakapan mereka dari balik tirai angkat bicara. Cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya mengalahkan segalanya.

Ia menerima pinangan dari Rasulullah SAW dan setuju untuk menikah dengan Julaibib. Cintanya kepada Allah SWT ditunjukkan dengan taat dan patuh kepada Rasul-Nya.

Namun, kebersamaan pasangan ini tidak berlangsung lama. Julaibib harus gugur saat berperang dan Rasulullah SAW sangat kehilangan.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?” kata Rasulullah SAW usai pertempuran.

“Tidak, ya Rasulullah,” serempak para sahabat menjawab.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?” kata Rasulullah SAW bertanya lagi. Wajahnya mulai memerah.

“Tidak, ya Rasulullah,” Sebagian sahabat menjawab dengan ragu dan was-was, beberapa melihat sekeliling dan memastikan tidak kehilangan seseorang.

Terdengar helaan nafas yang berat, “Aku kehilangan Julaibib, carilah Julaibib!” kata beliau.

Para sahabat tersadar dengan sosok yang dicari Rasulullah SAW, akhirnya mereka menemukan Julaibib. Ia gugur penuh luka, di sekitarnya terdapat tujuh musuh yang telah ia bunuh. Rasulullah SAW dengan tangannya sendiri mengkafani Julaibib dan mensalatinya.

Di akhir cerita Indra Baskoro menambahkan bahwa kisah Julaibib mengispirasi kita untuk menjadi sosok terbaik dalam pandangan Allah dan Rasulullah.

Ditemui saat kegiatan berlangsung, Ketua PAYMM, Machfudz Asyrofi MSi menyampaikan kebahagiaan atas momen seperti kebersamaan seperti ini.

“Saya yakin bahwa dengan sinergi seperti saat ini, maka kita dapat membesarkan semua AUM,” jelasnya.

Ditambahkan Asyfofi bahwa komunikasi juga perlu dijaga karena PAYMM ini hanya mengcover kebutuhan penghuni panti sampai tingkat SMA/SMK.

“Setelah mereka lulus, kami berharap ada info atau kesempatan untuk bekerja di berbagai lembaga. Hal ini tentunya akan sangat penting untuk masa depan para penghuni panti,” tandasnya. (*)

Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.