Liputan

Siswa Spemdalas Kunjungi Masjid Istiqlal dan Monas di Rihlah IPM

11
×

Siswa Spemdalas Kunjungi Masjid Istiqlal dan Monas di Rihlah IPM

Sebarkan artikel ini
Masjid Istiqlal
PR IPM Spemdalas kunjungi Masjid Istiqlal Jakarta

Selawe.com – Tepat hari Jumat (8/5/2026) pukul 05.20 Rombongan Pimpinan Ranting (PR) Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik tiba di Masjid Istiqlal Jakarta setelah menjalani sekitar 12 jam perjalanan dari Gresik.

Bus rombongan berhenti di samping jalan raya, persis di depan masjid yang terbesar di Asia Tenggara ini. Siswa langsung menuju pintu utama dan melaksanakan wudlu. Mereka langsung menuju ke lantai 2, lantai utama untuk melaksanakan shalat jamaah subuh.

Masjid Istiqlal Jakarta
PR IPM Spemdalas kunjungi Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara yang dibangun sebagai simbol rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diraih pada tahun 1945.

Gagasan pembangunan masjid ini dicetuskan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang ingin menghadirkan sebuah masjid nasional yang megah dan mampu mencerminkan semangat persatuan bangsa.

Nama “Istiqlal” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “kemerdekaan”. Pembangunan masjid dimulai pada tahun 1961 setelah desain karya arsitek Frederich Silaban terpilih melalui sayembara nasional.

Proses pembangunan Masjid Istiqlal berlangsung cukup lama karena membutuhkan biaya dan perencanaan besar. Setelah sekitar 17 tahun pengerjaan, masjid ini akhirnya diresmikan pada tanggal 22 Februari 1978 oleh Presiden Soeharto.

Masjid yang terletak di pusat Jakarta ini mampu menampung ratusan ribu jamaah dan hingga kini menjadi salah satu ikon penting Indonesia, baik sebagai tempat ibadah maupun tujuan wisata religi.

Monas
PR IPM Spemdalas kunjungi Monumen Nasional Jakarta

Monumen Nasional

Setelah melakukan kunjungan ke SMP Muhammadiyah 9 (Mulan) Jakarta, rombongan langsung menuju ke hotel untuk melakukan check in di Yello Hotel. Setelah bersih diri, mereka melakukan perjalan kaki menuju ke Monumen Nasional (Monas) dengan jalan kaki menikmati sore langit Jakarta.

Mereka melakukan selfie dan foto bersama mengabadikan moment kegiatan rihlah tahun 2026 ini. Senyum mereka mengembang ketika melihat permainan lampu yang menyelimuti Monas.

Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan Monas merupakan salah satu ikon kebanggaan bangsa Indonesia yang terletak di pusat ibu kota Jakarta. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan.

Pembangunan Monas dimulai pada tahun 1961 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan diresmikan pada tahun 1975. Dengan tinggi mencapai 132 meter, Monas memiliki bentuk yang melambangkan semangat perjuangan bangsa Indonesia.

Di bagian puncaknya terdapat lidah api berlapis emas yang menjadi simbol semangat perjuangan yang tidak pernah padam.

Selain menjadi simbol sejarah, Monumen Nasional juga menjadi salah satu tempat wisata favorit masyarakat dan wisatawan.

Di kawasan Monas terdapat museum di bagian bawah monumen yang menyimpan diorama perjalanan sejarah Indonesia.

Pengunjung juga dapat naik ke puncak Monas untuk melihat pemandangan Kota Jakarta dari ketinggian. Area taman di sekitar Monas sering dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, maupun mengadakan berbagai kegiatan budaya dan pendidikan.

Karena nilai sejarah dan keindahannya, Monas menjadi salah satu destinasi penting yang wajib dikunjungi saat berada di Jakarta. (*)

Penulis Ichwan Arif.