
Selawe.com – Tiga kesuksesan Ahmad Dahlan menjadi inti amanat dalam Upacara Peringatan Milad ke-113 SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Selasa (18/11/25).
Bertindak sebagai pembina, Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Eko Hardiansyah, M.Psi.
Dalam sambutannya, Eko menyampaikan bahwa setiap dari kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas semua karunia yang telah diberikan.
“Termasuk karunia-Nya kepada persyarikatan hingga saat ini hingga entah kapan nanti, Muhammadiyah hidup dan berkembang yang saat ini sudah mencapain113 tahun. Ini adalah salah satu berkah yg diberikan Allah kepada Indonesia,” ungkapnya.
Sudah lebih dari 500 sekolah muhamamdiyah, lanjutnya, ratusan rumah sakit, panti asuhan, ribuan masjid, taman kanak-kanak dan Paud yang dipersembahkan Muhammadiyah kepada Indonesia. Itu adalah bukti bahwa Muhammadiyah memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Siswa sekolah Muhammadiyah di Jatim saja 172 ribu orang. Dari sekian ribu warga Muhammadiyah tersebut, hanya berasal dari 1 orang saja yaitu Ahmad Dahlan. Dari 1 orang yang dahulu ditentang, dimusuhi, dijauhi, saat ini menjadi sedemikian banyak. Apakah adik-adik ingin sukses seperti Ahmad Dahlan?
“Jika adik-adik percaya ada kehidupan setelah mati, sedang apa Ahmad Dahlan saat ini?” tanyanya.
Jika saat ini adik-adik belajar, mengaji, menghapalkan Al-Quran, dan menjadi orang hebat, saat ini, tentu, Ahmad Dahlan menjadi seorang yang sangat berbahagia.

Tiga Kunci Sukses
Eko Hardiansyah menjelaskan tiga kunci sukses Admad Dahlan, pertama selalu memegang tauhid, keyakinan yang kuat tentang Allah SWT.
“Prinsip ini terwujud saat beliau sedang sakit dan istri beliau mengingatkan istirahat. Beliau menyampaikan bahwa waktu saya tidak banyak, suatu saat nanti saya akan dimintai pertanggungjawaban Allah SWT,” jelasnya.
Dia memaparkan, dengan keinginan yang kuat dan bersandar kepada Allah SWT beliau tak pernah lelah dalam usaha memberantas Tahayul, Bid’ah, dan Churofat (TBC). “Jadi pesannya adalah, Jangan mengeluh,” tekannya.
Kedua, Ahmad Dahlam memegang kuat ilmu. Pada usai adik-adik sekarang ini, Ahmad Dahlan sudah memiliki orientasi internasional. Beliau belajar bagaimana bisa menjadi orang yang berilmu.
“Pesannya adalah, jangan menjadi malas. Bersabarlah, berusahalah, bacalah buku, terutama Al-Quran. Bacalah artinya, pahamilah maknanya,” ucapnya.
Kunci sukses Ahmad Dahlan yang ketiga adalah bahwa beliau selalu memegang teguh ta’awun, suka membantu orang lain. “Dari bentukan kuat tauhid dan ilmu, Ahmad Dahlan menjadi orang yang kritis. Beliau tahu bahwa problem masyarakat pada saat itu adalah kemiskinan dan kebodohan. Dengan demikian beliau mengintregrasikan agama dan ilmu dalam bentuk sekolah, PKU,” paparnya.
Dari situ, tambhanya, masyarakat berduyun-duyun untuk menjemput Muhamamdiyah. “Dengan tiga hal tersebut Muhammadiyah dapat tumbuh, berkembang, dan maju,” tekannya.
Dia menyampaikan selamat Milad ke-113 Muhammadiyah. “Kami harap dari Spemdalas akan hadir sosok Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan muda yang berintegritas, yang dapat membawa persyarikatan dan Indonesia menuju kejayaan,” harapnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.












