
Selawe.com – Guest Teacher kelas IV dalam membangun jiwa kepemimpinan dengan melangkah kompak dan jiwa disiplin, Kamis (21/05/2026).
Suasana halaman sekolah tampak ramai dan penuh semangat saat kegiatan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) digelar di SD Muhammadiyah GKB 2 (Berlian Primary School).
Deretan siswa berdiri rapi mengikuti setiap instruksi yang diberikan para pemateri dari anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Muhammad Satria Harjito dan Bintang Imam Mahdi.
Semangat dan antusiasme anak-anak kelas empat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Berbagai materi dasar PBB diajarkan dengan penuh kesabaran dan ketelitian agar siswa dapat memahami gerakan dengan benar.
Anak-anak dilatih gerakan dasar yang umum digunakan dalam kegiatan peraturan baris-berbaris. Beberapa di antaranya adalah penghormatan bendera, penghormatan kepada orang, gerakan hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, serong kanan, serta serong kiri.
Seluruh materi disampaikan secara bertahap oleh pemateri. Pemateri menjelaskan bahwa dalam PBB, setiap gerakan memiliki aturan dan teknik tersendiri yang harus dilakukan secara tepat.
Pelaksanaan gerakan tidak hanya sekadar berputar atau bergerak mengikuti aba-aba, tetapi ada tahapan tertentu yang harus dipelajari.
“Kalau sesuai peraturan, yang diajarkan itu harus step-by-step. Gerakan seperti hadap kanan dan balik kanan memiliki urutan gerakan yang harus dilakukan secara sistematis. Biasanya terdapat hitungan tertentu dalam pelaksanaannya agar gerakan menjadi seragam dan rapi,” jelasnya saat mengajari anak-anak secara langsung.
Tidak hanya gerakan hadap dan putaran, teknik khusus juga diterapkan pada gerakan istirahat dan penghormatan. Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan dua jenis posisi istirahat, yaitu istirahat biasa dan istirahat parade.
Meskipun terdengar sederhana, kedua gerakan tersebut ternyata memiliki perbedaan yang cukup penting. Pemateri juga menjelaskan bahwa posisi tangan saat istirahat biasa dan istirahat parade memiliki aturan berbeda.
Pada istirahat biasa, posisi tangan berada di sekitar sabuk, sedangkan pada istirahat parade posisi tangan berada lebih tinggi. Selain itu, kekuatan dan ketepatan gerakan juga menjadi perhatian penting.
Bintang Imam Mahdi juga menjelaskan, PBB ada unsur ketegasan atau power yang harus ditampilkan saat melakukan gerakan.
“Ketika mendengar aba-aba seperti istirahat di tempat, grak! atau Hormat, grak! peserta harus langsung bergerak dengan cepat dan tepat tanpa jeda. Jadi tidak ada delay saat mendengar aba-aba langsung bergerak. Ketepatan waktu dalam bergerak menjadi salah satu aspek penting karena dapat memengaruhi kerapian dan keseragaman barisan. Oleh sebab itu, para pelatih terus mengingatkan siswa untuk fokus mendengarkan instruksi selama latihan berlangsung,” ujarnya.
Muhammad Satria Harjito, juga menyampaikan kesannya pertama kali melatih anak-anak tingkat Sekolah Dasar.
“Jujur, ekspektasi saya anak SD terkenal susah dibilangi. Namun, anggapan tersebut ternyata berubah setelah saya turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan para siswa. Saya melihat bahwa siswa SD Muhammadiyah GKB 2 justru mampu mengikuti arahan dengan cukup baik,” ungkapnya sambil tersenyum.
Dia memaparkan, anak-anak masih dapat dikendalikan dan mampu mengikuti instruksi selama pelatihan berlangsung. Hal tersebut membuat proses pembelajaran PBB berjalan lebih lancar dari yang dibayangkan sebelumnya.
“Bahkan menilai pelaksanaan latihan kali ini jauh lebih mudah dibandingkan ekspektasi awal yang sempat muncul dalam pikiran saya,” ujarnya.
Di akhir sesi pertemuan, Bintang Imam Mahdi juga menyampaikan pesan untuk anak-anak kelas empat.
“Pelatihan PBB ini tidak hanya menjadi sarana belajar kedisiplinan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi kalian untuk melatih fokus, kerja sama, serta rasa tanggung jawab,” ucapnya. (*)
Penulis Ainun Nadhifah. Editor Ichwan Arif.











