Liputan

Ikuti Cultural Exposure, Murid ICP Spemdalas Kenali Bahasa dan Budaya Internasional

8
×

Ikuti Cultural Exposure, Murid ICP Spemdalas Kenali Bahasa dan Budaya Internasional

Sebarkan artikel ini
ICP Spemdalas
Kelas VII Spemdalas mengikuti kegiatan Cultural Exposure dengan mengunjungi tiga lembaga pendidikan dan kebudayaan di Surabaya, Kamis (27/8/26).

Selawe.com – Kelas VII International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti kegiatan Cultural Exposure dengan mengunjungi tiga lembaga pendidikan dan kebudayaan di Surabaya, Kamis (27/8/26).

Ketiga lembaga tersebut adalah Widya Mandala Language Institute, Surabaya Korean Center, dan Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya.

Wakil Kepala Spemdalas bidang kurikulum, Jamilah, M.Pd. menjelaskan bahwa Cultural Exposure dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan murid mengenai bahasa dan budaya dari berbagai negara,” katanya.

Dia menuturkan, dengan kunjungan ke tiga tempat tersebut, murid tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga berkesempatan mengenal secara langsung lingkungan belajar bahasa asing dan berbagai aspek kebudayaan yang menyertainya.

Pembelajaran Bahasa Asing

Koordinator ICP Spemdalas, Khotimatus Khusna, S.Pd. menjelaskan kunjungan pertama dilakukan di Widya Mandala Language Institute.

“Di tempat ini, murid mendapatkan pengenalan mengenai pembelajaran bahasa asing serta pentingnya kemampuan berbahasa dalam membangun komunikasi lintas budaya. Murid juga mengikuti kegiatan interaktif yang membuat mereka dapat merasakan suasana belajar bahasa di luar sekolah,” jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Surabaya Korean Center. Murid dikenalkan dengan bahasa dan budaya Korea melalui berbagai aktivitas yang menarik. Mereka mendapatkan informasi mengenai kehidupan, kebiasaan, serta budaya masyarakat Korea.

“Kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi murid untuk melihat bahwa mempelajari bahasa juga berarti memahami budaya masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut,” tambahnya.

Suasana berbeda kembali dirasakan ketika murid berkunjung ke Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya. Murid memperoleh wawasan mengenai bahasa dan kebudayaan Prancis. Berbagai informasi yang disampaikan memberikan gambaran kepada murid mengenai Prancis sekaligus membuka perspektif tentang pentingnya mempelajari bahasa asing sebagai bagian dari keterampilan global.

“Cultural Exposure kami harapkan tidak hanya menjadi kegiatan kunjungan, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang membuka wawasan murid terhadap bahasa dan budaya internasional. Dengan melihat dan merasakan langsung suasana di lembaga-lembaga tersebut, murid diharapkan semakin termotivasi untuk belajar bahasa asing dan memiliki wawasan global,” ungkapnya.

Salah satu murid kelas VII ICP Al Fazari, Ahmad Narendra Rabbani, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang menyenangkan.

“Kegiatannya seru karena kami bisa belajar bahasa dan budaya secara langsung di tempat yang berbeda. Saya jadi lebih tahu bahwa belajar bahasa asing juga harus memahami budaya dan kebiasaan masyarakatnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan murid kelas VII ICP Al Ghazali, Hayunda Almaydilla. Dia mengatakan kegiatan Cultural Exposure kali ini menjadi pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi saya dan temen-teman.

“Kami dapat belajar banyak hal. Berinteraksi dan berada di tempat dengan budaya yang baru membuat kami mengenal dunia global,” ungkapnya. (*)

Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.