Liputan

Literasi Digital Jadi Pesan Penting di Upacara Bendera Smamio

17
×

Literasi Digital Jadi Pesan Penting di Upacara Bendera Smamio

Sebarkan artikel ini
Smamio
Aditama, M.PdI. saat menjadi pembina upacara bendara di Smamio

Selawe.com – Pembina Upacara SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Aditama, M.PdI. menyampaikan pesan mendalam terkait literasi digital saat memimpin upacara bendera di lapangan sekolah, Kamis (17/9/2026).

Di hadapan ratusan siswa, ia menekankan pentingnya bersikap bijak dan mawas diri dalam menggunakan media sosial.

Mengawali amanatnya, Aditama mengalihkan perhatian para siswa dengan mengibaratkan dunia digital sebagai sebuah panggung sandiwara. Banyak pengguna hanya menampilkan sisi terbaik atau gambaran yang telah dipoles sedemikian rupa, sehingga tidak selalu mencerminkan realitas kehidupan yang sebenarnya.

“Media sosial itu seperti panggung sandiwara. Apa yang kalian lihat di layar sering kali hanyalah akting atau potongan gambar yang indah saja. Jangan sampai kalian terjebak memperbandingkan hidup kalian yang nyata dengan panggung sandiwara orang lain,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia mengingatkan bahwa platform digital memiliki sifat seperti pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan dengan benar, media sosial bisa menjadi sarana menyebar kebaikan, belajar, dan berdakwah. Namun sebaliknya, jika digunakan tanpa kontrol, jempol penggunanya bisa menjadi sumber fitnah dan kehancuran diri sendiri.

Metafora berikutnya yang ia sampaikan adalah media sosial sebagai hutan belantara. Di dalamnya terkandung banyak informasi berharga, tetapi juga penuh dengan jebakan bahaya seperti berita hoaks, kejahatan siber, hingga perundungan daring (cyberbullying). Siswa dituntut memiliki kompas moral yang kuat agar tidak tersesat.

Sebagai penutup amanat, Aditama menyebut media sosial berfungsi bagai kaca pembesar. Kebaikan kecil maupun kesalahan sepele yang diunggah ke internet dapat membesar dengan cepat dan dilihat oleh ribuan orang dalam hitungan detik.

“Gunakan kaca pembesar itu untuk membesarkan karya, prestasi, dan kebaikan kalian. Jangan justru memperbesar keburukan atau hal yang tak berguna,” peraturnya mengakhiri amanat.

Upacara pun berlangsung khidmat hingga selesai. (*)

Penulis Ririn Masfaridah. Editor Ichwan Arif.