Liputan

Ber-IPM Kids, Meniti Jalan Cinta Para Pemimpin Muda

15
×

Ber-IPM Kids, Meniti Jalan Cinta Para Pemimpin Muda

Sebarkan artikel ini

Pelantikan pimpinan IPM Kids Mugeb Primary School periode 2026–2027 menandai awal perjuangan kepemimpinan siswa melalui motivasi kepemimpinan dan pemahaman keorganisasian.

Selawe.com – Suasana Averroes Hall Mugeb Primary School (SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik) terasa syahdu sekaligus bergelora sejak Jumat, 18 September 2026 pagi. Para siswa berkumpul mengikuti Pelantikan IPM Kids Periode 2026–2027 yang serangkai dengan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) hari pertama.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Mugeb Primary School, Siswanto, S.Pd.I., membuka jalannya acara dengan membakar semangat para kader muda. Pria yang akrab disapa Ustaz Sis ini menegaskan arti penting sebuah sumpah dalam pergerakan organisasi, mengutip makna surah Al-Fath ayat 10. Ayat tersebut dikutip Ketua PD IPM Gresik Fairuz Arsya saat melantik IPM Kids Mugeb Primary School.

“Kalian yang bersumpah kepada Muhammadiyah itu pada hakikatnya bersumpah kepada Allah juga. Maka, jangan pernah main-main dengan sumpah. Kalian sudah mengucap janji untuk memegang teguh amanah sebagai kader penerus pejuang Muhammadiyah,” tegas Sis di hadapan para peserta yang sudah memakai atribut masing-masing.

Ia menambahkan, Muhammadiyah berarti pengikut Nabi Muhammad SAW. Selama seseorang mengaku beragama Islam, berkitab suci Al-Qur’an, dan menyembah Allah, maka ia adalah pengikut Nabi Muhammad SAW. Sis pun menantang para siswa untuk meluruskan niat dan memantapkan diri menjadi bagian dari pergerakan ini.

“Siap jadi kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)?” tanyanya yang disambut seruan kompak peserta.

Sis meminta para pimpinan IPM Kids menyerap makna huruf ‘P’ secara positif, yaitu Pelajar, Prestasi, Pandai, dan Percaya diri. Menurutnya, seorang kader sejati harus tampil sebagai pelopor, penggerak, dan penerus peradaban.

“Jangan menjadi ‘P’ yang buruk: pemalas, pembohong, penjahat, pencuri, penipu, atau pelanggar aturan,” pesan Sis mengingatkan seluruh pengurus baru.

Mengukir Catatan Perjuangan Baru

Ketua Pimpinan Daerah (PD) IPM Gresik, Fairuz Arsya, meresmikan pembukaan LDKS usai sesi sambutan jajaran sekolah. Arsya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada nakhoda baru IPM Kids Mugeb Primary School.

“Selamat dan sukses atas pelantikan pemimpin baru IPM Kids periode 2026–2027. Terima kasih kepada pengurus periode purna yang telah bersusah payah membangkitkan IPM Kids di Mugeb. Saya juga baru terpilih, jadi kita sama-sama berjuang di periode baru ini,” tutur Arsya.

Arsya mengajak para pengurus baru mengemudikan ‘kapal’ organisasi dengan semangat membara. Ia berharap kepengurusan ini mampu memberi warna-warni kreasi yang indah bagi perjalanan IPM Kids ke depan.

“Kalian semua adalah pejuang dan pelopor yang bergerak di barisan depan. Kalian bukan pemalas. Ambil contoh sejarah perjuangan Muhammad Al Fatih. Beliau menaklukkan Konstantinopel bukan melalui perkara yang mudah,” jelasnya memotivasi.

Menurut Arsya, IPM Kids menjadi langkah awal untuk memupuk rasa cinta, ikatan, dan perjuangan. Langkah kecil ini akan membawa mereka tumbuh menjadi kader yang hebat dan membanggakan orang tua serta sekolah.

“Inilah jalan cinta kita semua, jalan cinta para pejuang. Tanpa rasa cinta, kita tidak akan pernah mau berjuang. IPM, jaya!” seru Arsya membakar semangat ruangan.

Mengenal Organisasi Lewat Kuis

Berikutnya, Sekretaris Umum PD IPM Gresik, Iddul Akbar, memandu materi keorganisasian secara interaktif usai pembukaan acara. Pria yang akrab disapa Akbar ini mengupas mendalam falsafah pergerakan IPM dari, oleh, dan untuk pelajar.

Akbar menjelaskan, ‘ikatan’ berarti saling terhubung satu sama lain, sedangkan ‘pelajar’ adalah sosok yang sedang menimba ilmu di sekolah. IPM hadir sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah amar makruf nahi mungkar sejak berdiri pada 18 Juli 1961 M (5 Shafar 1381 H) di Surakarta.

“IPM Kids merupakan program kaderisasi dini yang ditujukan khusus bagi siswa tingkat SD atau MI. Program ini menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, menumbuhkan rasa cinta organisasi, serta membentuk karakter yang aktif, ceria, dan berakhlak,” paparnya.

Akbar membeberkan gaya nilai IPM Kids yang mencakup sifat ceria (bermain sambil belajar), Islami (shalat tepat waktu, jujur, baik hati), serta aktif (terlibat kegiatan sekolah dan suka membantu). Bergabung dengan IPM Kids memberikan banyak kebaikan, mulai dari menambah teman, belajar menjadi pemimpin, hingga memanen pahala.

Guna menguji pemahaman peserta mengenai struktur bidang organisasi, Akbar melempar kuis interaktif yang disambut antusias.

“Saya adalah seorang ipmawan yang selalu menertibkan teman-teman serta membuat program seperti outbound dan LDKS. Siapakah saya?” tanya Akbar.

Siswa Kelas 5 yang juga anggota Jurnalistik Cilik, Lavina Azzahra Indarto, dengan sigap menjawab, “Bidang Perkaderan!”

Akbar melanjutkan pertanyaan kedua, “Saya seorang ipmawan yang biasa membuat surat untuk kegiatan. Siapakah saya?”

Anggota Bidang Perkaderan IPM Kids dari kelas 5 Adam Malik, Alghazy Rafardhan Rishivirendra, menjawab tepat, “Sekretaris!”

Keseruan berlanjut pada pertanyaan ketiga terkait kepedulian lingkungan. “Saya adalah seorang ipmawan yang pekerjaannya selalu mengingatkan teman untuk bersih-bersih dan membuang sampah pada tempatnya. Siapakah saya?”

Siswa kelas 6 Biola sekaligus Pasukan Matahari (Pasma) IPM Kids, Amira Rasyidah Azzahra, menjawab dengan tegas, “Bidang Lingkungan Hidup!”

Setelah ishoma, mereka masih melanjutkan menyimak pemaparan dua pemateri terkait Kepemimpinan dan Bermuhammadiyah.

Rangkaian pembukaan pelantikan dan LDKS hari pertama ini menutup porsi teori kepemimpinan sebelum para peserta melanjutkan agenda pembekalan luar ruangan, leadership outbound, di Bernah De Vallei, Pacet, pada Senin (21/9/2026).  (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah