Liputan

Menempa Pemimpin Cilik Berkarakter Rasulullah

15
×

Menempa Pemimpin Cilik Berkarakter Rasulullah

Sebarkan artikel ini

Kader IPM Kids Mugeb Primary School menyerap nilai kepemimpinan ala Rasulullah SAW melalui sesi LDKS yang inspiratif, interaktif, serta penuh teladan kebaikan sejak dini.

Selawe.com – Suasana aula SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) tetap riuh dan penuh semangat meski hari beranjak siang, Jumat, 18 September 2026. Usai menuntaskan istirahat, shalat Zuhur dan Jumatan, dan makan siang, para kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids bergegas merapatkan barisan. Mereka siap melanjutkan sesi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) hari pertama dengan antusiasme yang membuncah.

Pada kesempatan tersebut, para siswa menimba ilmu mengenai “Semangat Tumbuh Menjadi Pemimpin ala Rasul Muhammad SAW”. Pengurus Bidang Hukum dan HAM PC IMM Kota Surabaya, As’ad Fauzuddin Khunaifi, hadir secara langsung untuk memandu dan membakar semangat para pemimpin cilik ini.

As’ad membuka sesi interaktif dengan melontarkan pertanyaan pemantik yang membakar rasa ingin tahu peserta. “Siapa yang mau jadi pemimpin?” tanyanya penuh energi di hadapan para siswa.

Beliau menekankan bahwa definisi sosok pemimpin tidak terbatas pada jabatan tinggi seperti presiden atau kepala sekolah. Kepemimpinan sejati justru berawal dari kemampuan seseorang dalam mengendalikan dan memimpin dirinya sendiri.

“Kamu pernah jadi ketua kelas atau bantu adik di rumah?” lanjut As’ad sambil meminta peserta merespons. Sontak, sebagian besar siswa langsung mengacungkan tangan mereka tinggi-tinggi.

As’ad menjelaskan bahwa memimpin diri sendiri terwujud melalui kebiasaan sederhana sehari-hari. Mulai dari bangun tidur tepat waktu, merapikan tempat tidur secara mandiri, hingga menumbuhkan semangat belajar tanpa harus menunggu perintah orang tua.

Menurut As’ad, pemimpin bukan sekadar figur yang menduduki posisi ketua. Pemimpin merupakan sosok yang memiliki kemampuan mempengaruhi serta menggerakkan orang lain demi mencapai tujuan bersama.

Ia memberi gambaran nyata di lingkungan sekolah. Tim jurnalis cilik bertugas memproduksi berita, sementara barisan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) sigap menjaga ketertiban. Setiap kelompok tersebut bergerak di bawah arahan seorang ketua yang mampu mengarahkan anggotanya mencapai target bersama.

Begitu pula dengan IPM Kids yang mengusung tujuan mulia: belajar giat, menanamkan kedisiplinan, serta meningkatkan ketaatan beribadah. Setiap individu memegang kendali penuh untuk mempengaruhi dan menggerakkan dirinya sendiri agar mampu meraih tujuan-tujuan positif tersebut.

Meneladani Perjalanan Hidup sang Teladan

As’ad kemudian membawa para peserta mendalami kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW. Sejak belia, Muhammad kecil telah menghadapi berbagai ujian hidup yang sangat berat. Beliau terlahir tanpa mendampingi sosok ayah, lalu harus kehilangan ibu kandungnya saat baru menginjak usia enam tahun.

Meski tumbuh dalam asuhan kakek dan pamannya, limpahan kasih sayang serta tempaan cobaan tersebut justru membentuk kepribadiannya yang tangguh. Beliau tumbuh menjadi pribadi yang santun, jujur, dan mendapat tempat istimewa di hati semua orang. As’ad mengingatkan para siswa bahwa sosok pemimpin hebat selalu lahir dari tempaan pengalaman serta proses panjang.

Dalam pemaparannya, As’ad membedah empat sifat utama Rasulullah SAW yang wajib menjadi pegangan para kader muda. Sifat pertama adalah Shiddiq, yang berarti jujur dalam perkataan maupun perbuatan.

“Jujur itu keren! Anak yang jujur adalah anak yang hebat dan disayang semua orang,” tegasnya. Ia mendorong para siswa agar berani mengakui kesalahan, tidak menyontek saat ujian, serta berani berkata jujur kepada orang tua jika kehilangan uang jajan. Kebenaran tersebut akan memunculkan rasa bangga di hati orang tua.

Sifat kedua adalah Amanah, yakni kemampuan menjaga kepercayaan dan menjalankan tugas secara tuntas. As’ad mengajak siswa merefleksikan peran mereka saat dipercaya menjaga adik, merawat mainan teman, menepati janji bermain, hingga menjaga rahasia sahabat. Menurutnya, menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh merupakan cermin pribadi yang amanah.

Sifat ketiga adalah Tabligh, yang bermakna menyampaikan serta mengajak pada kebaikan. Rasulullah SAW senantiasa mengajak umatnya berbuat baik dengan penuh kasih sayang. Para siswa dapat meneladani sifat ini melalui tindakan sederhana, seperti mengajak teman membuang sampah pada tempatnya, membagikan ilmu, serta saling mendoakan dalam kebaikan.

Sifat keempat adalah Fathanah, yang mencakup kecerdasan dan kebijaksanaan. Pemimpin yang fathanah selalu berupaya menambah wawasan dan berpikir matang sebelum mengambil tindakan. Para siswa dapat mengasah sifat ini dengan rajin belajar, tidak ragu bertanya, membantu teman yang kesulitan, serta mengendalikan amarah saat menghadapi masalah.

 Empat Pilar Kepemimpinan Utama

As’ad menegaskan bahwa keempat sifat utama tersebut, Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah, harus menjadi landasan berpikir dan berperilaku para kader IPM Kids setiap hari. Ia meyakinkan seluruh peserta bahwa mereka memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi pemimpin yang luar biasa di masa depan.

Lebih jauh, As’ad menguraikan karakter utama kepemimpinan Rasulullah SAW yang bisa langsung diterapkan oleh anak-anak tanpa perlu menunggu usia dewasa. Karakter pertama adalah Tawaduk atau rendah hati. Rasulullah SAW tidak pernah menuntut perlakuan istimewa dan selalu menyelami kondisi umatnya dalam setiap perjuangan.

Karakter kedua adalah mengedepankan musyawarah. Beliau selalu membuka ruang dialog dan menghindari pemaksaan kehendak pribadi dalam menetapkan keputusan.

Karakter ketiga adalah membangun kedekatan dan sikap lemah lembut. Seorang pemimpin sejati hadir di tengah anggotanya, mendengarkan aspirasi mereka, serta menciptakan rasa aman tanpa memunculkan ketakutan.

Karakter keempat adalah memberikan keteladanan nyata. Rasulullah SAW selalu mencontohkan suatu perbuatan baik secara langsung sebelum meminta orang lain menjalankannya.

Sebagai penutup sesi LDKS yang penuh makna ini, As’ad merangkum lima pesan kunci yang harus dibawa pulang dan diamalkan oleh seluruh kader IPM Kids Mugeb Primary School.

Pertama, setiap anak bisa menjadi pemimpin yang hebat, dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri.

Kedua, sikap jujur (Shiddiq) itu keren dan bernilai tinggi, meskipun kadang terasa berat untuk dijalankan.

Ketiga, sikap dapat dipercaya (Amanah) dalam menjalankan tugas akan membuat semua orang menyukai dan menghargai kita.

Keempat, kebiasaan berbagi dan mengajak pada kebaikan (Tabligh) akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup.

Kelima, semangat untuk terus belajar dan berpikir bijak sebelum bertindak (Fathanah) merupakan ciri utama seorang pemimpin masa depan. (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah