Liputan

Aksi Memukau Guru Mugeb di Upgrading 2026

52
×

Aksi Memukau Guru Mugeb di Upgrading 2026

Sebarkan artikel ini
SD Mugeb
Aksi Memukau Guru Mugeb di Upgrading 2026

Selawe.com – Majelis Dikdasmen PNF PCM GKB Gresik menggelar Upgrading 2026 yang diwarnai aksi totalitas ala Polisi Cilik dari para guru SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik.

Malam itu, ketegangan agenda Upgrading 2026 mencair saat para guru SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) naik ke atas panggung. Sambil menikmati santap malam, para peserta menyaksikan pertunjukan pembuka yang tak biasa dari empat sekolah di bawah naungan Muhammadiyah GKB. Acara bertajuk Gearing Up for The New Academic Session ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik pada Jumat hingga Sabtu, 31 Juli sampai 1 Agustus 2026.

Pada penampilan pembuka itu, Raden Panji Hartono, M.Pd., yang akrab disapa Neno, memimpin barisan sebagai Komandan Batalyon (Danton). Bersama 17 guru Mugeb lainnya, ia menggebrak panggung dengan menampilkan formasi Pasukan Baris-Berbaris (PBB) ala Polisi Cilik (Pocil). Musik pembuka The Final Countdown yang membahana makin membakar semangat para peserta di dalam ruangan.

Suara tegas Neno menggema saat ia memberikan komando pertama, “Danton Pocil Mugeb, ambil posisi!” Langkah kaki yang teratur segera memenuhi panggung. Ia melanjutkan instruksi, “Istirahat di tempat, gerak! Siap, gerak! Berhitung!” Seluruh anggota barisan mengikuti setiap perintah dengan tangkas dan cekatan.

Namun, gelak tawa penonton pecah saat sesi pemeriksaan kesiapan berlangsung. Neno memberi komando, “Siap, gerak! Hadap kanan, gerak! Balik kanan, gerak! Hadap kanan, gerak!” Tiba-tiba, seorang guru bernama David justru melakukan gerakan balik kiri. Neno langsung melangkah menghampiri David yang panik.

Neno menegur tegas, “David salah!” Dengan sigap, David memberi hormat seraya berseru, “Siap, salah! Grogi ada Majelis!” Sontak jawaban jujur tersebut memancing tawa riuh dari seluruh dewan majelis dan peserta yang hadir. Neno lantas mengambil alih barisan, “Seluruhnya, kepada Dewan Majelis, hormat, gerak!” Seluruh anggota barisan pun serentak menyampaikan penghormatan yang disusul aba-aba, “Tegak, gerak! Istirahat di tempat, gerak!”

Pekik Semangat dan Orasi Menyentuh

Di tengah suasana yang makin hangat, Neno menyampaikan orasi berapi-api yang membakar jiwa para pendidik. “Kami guru Mugeb Primary School, memiliki guru dan siswa hebat segudang prestasi. Kami pantang menyerah untuk menghidupi Muhammadiyah!” tegasnya penuh kebanggaan.

Suara komando kembali membahana, “Pocil Mugeb, tunjukkan aksimu! Variasi, gerak!” Di akhir variasi formasi, seluruh pemain tiba-tiba merebahkan diri di lantai panggung seolah tertidur lelap. Neno lantas menghampiri barisan yang tergeletak itu dan berseru, “Guru hebat, bangun! Kita kan dari sekolah hebat!”

Aksi tersebut berlanjut dengan nyanyian lagu Bangun Tidur yang dinyanyikan secara jenaka. Begitu lirik mencapai bagian “Habis mandi ku tolong…”, David langsung berdiri tegak, memberi hormat, dan berteriak, “Lapor Pak, lapor Pak! Kami dari Mugeb Primary School!” Seluruh anggota barisan ikut bangkit berdiri serentak dan berseru bersama, “Berakhlak mulia dan berprestasi!”

Neno kembali memberi instruksi, “Tegak, gerak! Mugeb School, tunjukkan aksimu!” Musik Tabola Bale yang energik membaur dengan kepakan irama The Final Countdown. Para guru berpose ceria di depan kamera, memberikan penghormatan khusus kepada dewan majelis serta Kepala Sekolah.

Suasana panggung makin hidup ketika Neno meneriakkan aba-aba, “Semuanya, tunjukkan aksimu!” Setiap kata yang diucapkan Neno disambut dengan gerakan simbolis secara kompak oleh para guru. Saat Neno mengucapkan “Kami”, mereka membuka tangan. Pada kata “Guru”, mereka memegang dada kiri. Saat menyebut “Mugeb”, mereka memberi hormat. Kata “Bekerja” disambut dengan kepalan tangan, “Melampaui” dengan membuka tangan lebar-lebar, dan ditutup dengan gerakan trendi saat menyebut kata “Batas”.

Menjaga Marwah Seorang Pendidik

Di penghujung atraksi, Neno kembali menggebrak panggung lewat pesan moral yang mendalam. Ketika anggota Pocil dewasa itu melakukan variasi gerakan, Neno memecah suasana dengan lemparan pertanyaan kritis yang menggugah nurani.

“Apakah sebuah demonstrasi yang menginjak pundak bahu guru yang kita tunggu?” tanya Neno keras. Tanpa ragu, seluruh peserta di dalam ruangan kompak menjawab, “Tidak!”

Neno lantas menegaskan komitmen mulia para pendidik di sekolahnya. “Mugeb Primary School pantang mencederai marwah seorang guru! Bagi kami, pundak bahu guru menyimpan jutaan amanah untuk menjaga marwah. Hancurnya seorang dokter sebab matinya satu pasien. Namun, rusaknya seorang guru, hancurlah satu generasi!” tegasnya.

Pesan menyentuh tersebut menyisakan perenungan mendalam bagi seluruh peserta Upgrading 2026. Usai penampilan sengit tersebut, giliran tiga sekolah lain yang menunjukkan aksi panggung mereka masing-masing.

Namun kejutan dari Mugeb tak berhenti di situ. Tawa penonton kembali pecah saat tim guru Mugeb naik panggung untuk kali kedua. Kali ini, mereka menyajikan seni peran yang mengisahkan perjuangan, kelakar, serta dinamika harian yang kerap dihadapi para guru Mugeb Primary School di lingkungan sekolah. Drama penuh canda dan realita tersebut mereka beri judul Malaikat Check! (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah. Editor Ichwan Arif.