Liputan

Mengawal Mimpi Siswa Berlian di Hari Kemerdekaan

19
×

Mengawal Mimpi Siswa Berlian di Hari Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini

Selawe.com — Sebanyak 475 murid kelas III hingga VI SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) mendapat pesan untuk bersama-sama mengawal mimpi sebagai bagian dari refleksi Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81, Senin (17/8/2026).

Saat itu, Berlian Primary School menyelenggarakan upacara bendera sebagai bentuk syukur sekaligus ruang refleksi atas nikmat kemerdekaan. Upacara tersebut dihadiri Wakil Ketua PDM Gresik, Dr. H. Arfan Muammar, M.Pd.

Arfan mengingatkan, rasa syukur atas kemerdekaan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui semangat menyongsong kemerdekaan-kemerdekaan berikutnya di masa depan.

“Syukur yang tidak sekadar, tetapi diwujudkan dalam semangat menyongsong kemerdekaan-kemerdekaan di masa depan,” ungkapnya.

Di hadapan para murid, Arfan mengajak mereka mengingat kembali pesan founding father Indonesia, Ir. Soekarno, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.”

Menurutnya, setiap anak harus memiliki cita-cita. Bentuknya pun beragam, mulai dari menjadi dokter, guru, profesor, tentara, pilot, insinyur, hingga presiden.

“Mimpi itu harus kalian miliki sejak dini. Mimpilah setinggi langit, lalu gapailah dengan berjuang, gapailah dengan belajar,” tandas Ketua Program Studi S2 Pendidikan Islam tersebut.

Arfan menegaskan, mimpi yang dikawal dengan sungguh-sungguh dan diperjuangkan secara konsisten dapat menjadi kenyataan. Ia kemudian membagikan kisah inspiratif tentang Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16.

Ia mengisahkan, Lincoln pernah bekerja sebagai pengupas jagung di Indiana, Amerika Serikat. Dari pekerjaan tersebut, ia memperoleh upah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski hidup sederhana, Lincoln memiliki kegemaran membaca.

Suatu ketika, ia menemukan buku berjudul The Life of Washington. Karena harga buku tersebut cukup mahal, Lincoln menabung dari hasil pekerjaannya selama sebulan hingga akhirnya mampu membeli buku itu.

Setelah membaca buku tersebut hingga selesai, Lincoln bertekad mengubah kehidupannya. Ia menyampaikan kepada teman-temannya, suatu hari dirinya ingin menjadi presiden.

Tekad tersebut tidak berhenti sebagai ucapan. Lincoln pergi ke kota, bekerja, belajar, dan berusaha mendapatkan beasiswa. Perjuangannya berlangsung bertahun-tahun hingga cita-citanya menjadi presiden akhirnya tercapai pada usia 60 tahun.

“Maka anak-anak, kalau punya mimpi, perjuangkan. Jangan putus asa. Jika jatuh, maka bangun lagi,” ungkap Arfan menyemangati para murid.

Ia juga mengingatkan, kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.

“Kita semua punya jatah kegagalan, habiskan saat masih muda. Terus berjuang hingga dapat merasakan hasil untuk bekal hari tua,” pesannya.

Empat Langkah Meraih Mimpi

Arfan kemudian menjelaskan empat tahapan yang perlu dilakukan untuk meraih mimpi. Menurutnya, setiap cita-cita harus disertai usaha yang sungguh-sungguh, keyakinan, dan doa.

“Apapun mimpinya harus selalu disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh. Diawali dengan bermimpi, lalu berjuang. Dan yakin Allah yang akan mengabulkan, maka jangan lupa berdoa kepada Allah dengan sabar,” tuturnya.

Ia menjelaskan, setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda dalam mencapai cita-cita. Ada yang membutuhkan waktu 30 tahun, 60 tahun, bahkan ada yang berhasil lebih cepat.

“Setiap orang berbeda kapan tercapainya. Salah satu yang dapat mengantarkan pada mimpi adalah rajin membaca,” pesannya.

Arfan juga mengutip nasihat Imam Syafi’i tentang pentingnya kesungguhan dalam belajar.

“Barangsiapa yang tidak mau menahan lelahnya belajar, maka dia akan merasakan pedihnya kebodohan,” katanya.

Karena itu, ia mengajak para murid untuk membangun kedisiplinan, termasuk ketika memasuki masa liburan.

“Maka, anak-anakku, disiplinlah dalam belajar. Biasanya liburan waktunya balas dendam, bukan demikian. Harus tetap disiplin kapan belajar, mengaji, salat, dan kapan bermain,” nasihatnya.

Ia kembali menekankan pentingnya disiplin sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

“Disiplinlah pada diri kalian, nanti kalau sudah besar dunia akan lunak pada diri kita,” pesannya.

Upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 di Berlian Primary School pun menjadi momentum untuk meningkatkan semangat. Semangat para pahlawan diharapkan tidak hanya dikenang, tetapi diteruskan melalui perjuangan anak-anak dalam belajar, membaca, berdisiplin, dan menggapai cita-cita. (*)

Penulis Fatma Hajar Islamiyah Editor Sayyidah Nuriyah