
Panas terik tidak melunturkan semangat siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti upacara Harkitnas demi memupuk disiplin, mengejar prestasi, dan merajut mimpi masa depan.
Selawe.com – Matahari pagi menyengat kulit, tetapi ratusan siswa dan guru SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb) Gresik bergeming. Mengenakan baju batik, mereka berbaris rapi membentuk saf demi saf di lapangan sekolah, Rabu (20/5/2026).
Keringat yang mulai bercucuran tidak menghalangi tekad mereka untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan tertib dan khidmat. Pagi itu menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk kembali merenungkan arti sebuah kebangkitan dan perjuangan bangsa.
Amanat Membakar Semangat Generasi Muda
Bertindak sebagai pembina upacara, Ustazah Erni Rosmala, S.Pd. berdiri tegap di podium. Tatapannya hangat menatap para siswa saat menyampaikan amanatnya yang membakar semangat.
“Dulu para pahlawan dan pemuda kita meraih kemerdekaan melawan penjajah dengan perjuangan yang tidak mudah, hingga akhirnya kita merdeka. Bagaimana dengan kalian semua? Apa yang kalian berikan untuk negara ini? Apakah kalian harus berjuang mengangkat senjata?” tanya Erni retoris, memancing rasa ingin tahu anak-anak.
Erni melanjutkan bahwa perjuangan zaman sekarang telah berubah bentuk. Pelajar tidak perlu lagi pergi ke medan perang, melainkan harus berjuang melawan kemalasan demi masa depan bangsa.
“Sebagai pelajar, kalian harus belajar dengan tekun, rajin beribadah, serta menghormati orang tua dan guru. Kebangkitan bangsa dimulai dari diri sendiri. Ayo bangkit jadi generasi yang berani meraih mimpi dan prestasi. Raih prestasi dan cita-cita setinggi mungkin. Semoga cita-cita kalian kelak tercapai. Ustazah yakin kalian jadi anak yang hebat, generasi berakhlak mulia dan cerdas. Semangat berkebangkitan nasional!” seru Erni lantang.

Menanamkan Kedisiplinan
Upacara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari desain besar pendidikan karakter. Koordinator Life Skill, Midzinatud Diniyah, S.Pd., menegaskan bahwa pihak sekolah sengaja merancang kegiatan ini untuk melatih mental para siswa sejak dini.
“Upacara ini merupakan upaya Mugeb membiasakan siswa untuk disiplin, tanggung jawab, dan taat aturan. Ini adalah bagian dari program life skill,” ujar perempuan yang akrab dengan sapaan Tutud tersebut di sela-sela kegiatan.
Demi mewujudkan pelaksanaan upacara yang khidmat, ia berkolaborasi dengan Muhammad Fathoni, S.Pd. Keduanya bahu-membahu menyiapkan personel petugas upacara agar tampil prima tanpa cela. Ketegasan dan kesiapan para petugas berkaus rapi pun menuai pujian dari peserta upacara.
Tony menjelaskan rahasia di balik kesuksesan performa anak didiknya pagi itu. “Petugas kali ini berasal dari peserta OST (Ekstrakurikuler) Polisi Cilik yang telah rajin berlatih setiap hari Sabtu,” pungkas Tony bangga. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah










