
Selawe.com – Lapangan futsal Mugeb Primary School tampak berbeda pada Kamis, 23 April 2026. Puluhan siswa kelas V berkumpul dengan antusias untuk mengikuti kegiatan Guest Teacher. Kali ini, sekolah menghadirkan tim Pemadam Kebakaran (PMK) PT Petrokimia Gresik guna memberikan edukasi langsung mengenai penanggulangan kebakaran dan penyelamatan darurat.
Kegiatan diawali dengan perkenalan personel yang dipandu langsung oleh Hartin Alfina, AVP Pemadam Kebakaran PT Petrokimia Gresik. Para petugas berdiri gagah mengenakan berbagai jenis pakaian khusus pemadam di hadapan para siswa, memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan fisik dan mental seorang penolong.
Mengenal Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan Penyelamatan
Vina menjelaskan, api memiliki fungsi ganda; bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, namun sangat berbahaya jika tidak terkendali. Oleh karena itu, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah harga mati bagi petugas.
Beberapa perlengkapan yang ia perkenalkan antara lain:
• Baju Tahan Panas (Hitam): Dirancang khusus untuk menahan suhu panas saat mendekati titik api.
• Baju Tahan Api (Silver): Berfungsi sebagai proteksi utama dari jilatan api langsung.
• Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA): Tabung oksigen seberat kurang lebih 20 kg yang wajib digendong petugas agar tetap bisa bernapas di tengah kepulan asap pekat.
• Baju Pelindung Tawon: Pakaian tebal menyerupai astronot yang digunakan saat mengevakuasi sarang tawon agar petugas terhindar dari sengatan.
Selain memadamkan api, tim menjelaskan bahwa tugas PMK sangat luas, mulai dari menanggulangi kebocoran bahan kimia, memotong pohon tumbang, hingga mengevakuasi hewan liar seperti ular dan biawak.

Pesan Moral di Balik Profesi
Momen menarik terjadi ketika Alvaro Alifiandra, siswa kelas V Adam Malik, melontarkan pertanyaan mengenai besaran gaji seorang pemadam kebakaran. Menanggapi hal tersebut, Vina menekankan sisi kemanusiaan dari profesi ini. “Bukan sekadar gaji yang dikejar, melainkan nilai pahala dan kepuasan batin karena dapat menolong sesama yang sedang berada dalam kesulitan,” ujar Vina.
Praktik Memadamkan Api
Puncak acara berlangsung di lapangan timur, di mana para siswa berkesempatan mempraktikkan tiga metode pemadaman: Alat Pemadam Api Ringan (APAR), fire blanket, dan penggunaan fire truck berkapasitas 4.000 liter.
Suasana menjadi riuh saat para siswa mencoba memadamkan api secara bergantian. Pertama, pakai metode APAR.
Zhafira Fatya Wardhani, siswi kelas V-A, mengaku sempat berdebar saat harus memegang tabung dan mengarahkan corong ke sumber api. “Jujur, rasanya deg-degan,” ungkapnya setelah berhasil menjinakkan api.
Kedua, metode Fire Truck. Muhammad Abdullah, Gibran Nouval, Naura Zakiyya, Fachri Wylbert, Azkadanish Rikardhanu bertugas mengoperasikan selang besar. Abdullah berdiri di posisi paling depan sebagai pemegang selang utama, sementara rekan lainnya membantu menahan tekanan air di posisi tengah.
Setelah mendapat arahan mengenai teknik berjalan dan memegang selang yang benar, tim siswa ini berhasil memadamkan api dengan sigap. Sebagai bentuk apresiasi, seluruh siswa mendapatkan suvenir berupa buku catatan kecil dan gantungan kunci.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa Mugeb Primary School tidak hanya waspada terhadap bahaya kebakaran, tetapi juga memiliki jiwa penolong sejak dini. (*)
Penulis Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy Editor Sayyidah Nuriyah











