
Selawe.com – SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) meraih penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi dalam Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 yang diselenggarakan Nyalanesia di Hotel Paragon Solo, Sabtu (23/5/2026).
FLN 2026 menghadirkan ratusan guru dan siswa dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi nomine karya terbaik pada kategori cerita pendek, puisi, dan pengalaman pribadi. Acara tersebut juga dihadiri para penggerak literasi serta Sosialisator Program Literasi (SPL) Nasional 2026.
Penghargaan ini diberikan atas konsistensi Mugeb Primary School dalam mengembangkan budaya literasi. Dalam tiga tahun terakhir, sekolah telah menerbitkan tiga buku, yakni Gresik Rumah Rasa (2023), Samsara Indah Penuh Cerita (2024), dan 50 Kisah Inspiratif: Jejak Langkah yang Berkesan (2025).
Koordinator Literasi Mugeb Primary School periode 2023–2025, Kaiisnawati, S.S., mengatakan proses penyusunan buku antologi 2025 melibatkan siswa dari komunitas IPM, Polisi Cilik, Jurnalis, Pasma, dan Pamarsasi.
“Menulisnya cepat, tapi proses mengingatkan untuk merampungkannya membutuhkan waktu sebulan. Saya tawarkan ke anak-anak komunitas yang berminat menulis. Mereka kemudian menulis, lalu mengumpulkan lewat wali kelas maupun ke saya langsung,” kenangnya.

Siapkan Antologi Keempat
Koordinator Literasi Mugeb Primary School periode 2025–2026, Sayyidah Nuriyah, S.Psi., mewakili sekolah menerima penghargaan tersebut. Ia menyebut penghargaan itu menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan budaya literasi di sekolah.
Sejak April–Mei 2026, Mugeb mulai menyusun buku antologi keempat bertema tangguh dan percaya diri. “Ini pengalaman kedua saya mengumpulkan karya untuk buku antologi. Tapi antologi sebelumnya ditulis guru dan orang tua yang mana mereka bisa menyelesaikan dengan minim bimbingan. Nah, di antologi ini, karyanya anak-anak yang saya kumpulkan. Senang bisa membimbing mereka hingga selesai sesuai target,” tuturnya.
Kalau tahun-tahun sebelumnya ia hanya membantu mengedit naskah yang sudah terkumpul, kali ini ia turut terjun sejak awal pengumpulan naskah. Ia mengoptimalkan perannya sebagai konselor sekolah, yang biasa membimbing siswa melalui mata pelajaran pengembangan diri dan sebagai koordinator literasi yang membimbing kelas jurnalistik.
“Sebagai konselor, di jam mata pelajaran pengembangan diri kelas V, saya menjelaskan dulu materi yang relevan, yaitu bagaimana menjadi anak yang tangguh dan percaya diri. Kemudian di akhir kelas, para siswa menulis cerita pengalaman yang relevan,” ujarnya.
Di kelas jurnalistik, banyak dari siswa kelas IV, ia memberikan pengajaran yang sama dengan materi yang lebih sederhana. Bimbingan pribadi juga ia berikan ke siswa kelas III yang ia nilai memiliki kemampuan unggul dalam menulis cerita pengalaman pribadi.
Kepala Sekolah Apresiasi Tim
Kepala Mugeb Primary School, Fony Libriastuti, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Tim Literasi atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam membangun budaya literasi selama tiga tahun terakhir.
“Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang sebesar-besarnya kepada Tim Literasi Mugeb Primary School atas dedikasi, kerja keras, dan konsistensi luar biasa selama tiga tahun terakhir dalam mengembangkan budaya literasi di sekolah kita tercinta,” ungkapnya.
Menurut Fony, kolaborasi dengan Nyalanesia telah meningkatkan kemampuan literasi siswa dan guru sekaligus menumbuhkan kreativitas serta keberanian berkarya.
“Dibutuhkan komitmen, kekompakan tim, serta semangat pantang menyerah untuk terus menghadirkan inovasi dan menjaga kualitas program literasi agar tetap hidup dan berkembang,” paparnya.
Ia berharap Tim Literasi terus menjadi penggerak budaya baca-tulis di sekolah.
“Semoga Mugeb Primary School semakin dikenal sebagai sekolah yang unggul dalam budaya literasi dan mampu melahirkan anak-anak yang cerdas, kreatif, serta berkarakter,” pungkasnya. (*)
Penulis Mar’atus Sholichah Editor Sayyidah Nuriyah











