Liputan

Shihatin dan Arsan Purnatugas: Tak Ada Mantan di Keluarga Mugeb

16
×

Shihatin dan Arsan Purnatugas: Tak Ada Mantan di Keluarga Mugeb

Sebarkan artikel ini

Selawe.com – Aula SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) diselimuti rasa haru saat melepas dua sosok berdedikasi, Shihatin (60) dan Arsan (58), yang resmi memasuki masa purna tugas.

Kepala Sekolah, Fony Libriastuti, M.Si., membuka acara dengan pesan yang menguatkan. “Hari ini bukan perpisahan, melainkan babak baru. Mari kita terima masa transisi ini dengan bahagia,” ujarnya.

Fony mengenang loyalitas luar biasa keduanya yang sejak awal berjuang bersama demi kemajuan siswa Mugeb School.

Keikhlasan Menembus Batas Jarak

Suasana kian emosional saat Ustazah Shihatin, guru Al-Qur’an yang mengabdi sejak 2009, memberikan pesan perpisahan. Meski tidak bisa mengendarai motor, keterbatasan itu tak menghentikan langkahnya. Setiap hari, ia harus mengejar angkutan umum pukul 05.15 WIB demi mengajar tepat waktu.

“Jika kita ikhlas dan tidak menghitung nominal gaji, Allah akan memberikan kesehatan dan rezeki dari arah lain,” ucap Shihatin dengan suara bergetar. Pascapensiun, ia berkomitmen untuk terus mengajar Al-Qur’an di lingkungan rumahnya.

Warisan Cerita yang Abadi

Kesederhanaan juga terpancar dari Arsan, satpam sekolah yang dikenal ramah. Dengan bersahaja, ia menyampaikan permohonan maaf dan doa terbaik untuk kesuksesan SD Mugeb ke depan.

Mewakili rekan sejawat, Akhmad Mujahidul Authon, S.Pd., menegaskan bahwa Shihatin dan Arsan sudah seperti orang tua sendiri di sekolah. Ia mengagumi semangat kerja keduanya yang tak pernah padam oleh usia. Authon juga mengingatkan bahwa ikatan keluarga di sekolah ini tidak akan putus.

“Tidak ada istilah mantan di keluarga Mugeb. Anda bisa tiada suatu hari nanti, tetapi cerita tentang kebaikan Anda tidak akan pernah mati,” tegas Authon, yang seketika membuat air mata Shihatin tumpah.

Pintu Surga Lewat Pengabdian

Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi, penyerahan bingkisan, serta penyerahan SK Purna Tugas. Perwakilan Majelis Dikdasmen, M. Lutfi Arif, M.Pd., memberikan apresiasi tertinggi atas pengabdian panjang mereka, sekaligus menantang generasi muda untuk meneruskan estafet kreativitas di sekolah.

Nur Hakiky, M.Pd membacakan puisi yang ia ciptakan secara khusus untuk kedua rekan kerjanya.

Ada yang mahir baca Al Quran seperti Bu Nyai

Ada yang pandai baca puisi bagai priyayi

Tapi ini bukan soal priyayi atau pun Bu Nyai

Tapi ini soal rekan kita yang akan purna bakti

Wajahnya teduh menawan hati

Tuturnya lembut bagai Ibu peri

Siapapun yang melihat pasti jatuh hati

 

Bu Shihatin… Shihatin…

Bu Shihatin guru yang paling rajin

Kini tiba saatnya Bu Shihatin rehat dari kegiatan rutin

Tak ada lagi jadwal piket bikin pusing tujuh keliling

Selamat memasuki masa purna tugas untuk Bu Shihatin

Semoga amal jariyah mengalir deras, amin

Tiap pagi berdiri gagah di tengah jalan

Mengamankan murid hingga jemputan

 

Pak Arsan… Pak Arsan….

Orangnya asik banyak yang kerasan

Oh Pak Arsan yang budiman

Sudah naik haji bikin nambah iman

Kini Pak Arsan sudah tidak aras-arasan

Pak Arsan sudah masuk masa pensiunan

Tidur pulas tanpa kesiangan

Tak perlu lagi jaga malam sendirian

Selamat purna tugas Pak Arsan yang rupawan

Momen penuh air mata ini akhirnya ditutup dengan kehangatan. Seluruh staf berkumpul menikmati hidangan soto bersama, mengubah suasana haru menjadi momen kebersamaan yang penuh berkah. (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah