Liputan

IPT Berjalan Tertib dan Kondusif, Siswa ICP Spemdalas Tunjukkan Karakter Positif

14
×

IPT Berjalan Tertib dan Kondusif, Siswa ICP Spemdalas Tunjukkan Karakter Positif

Sebarkan artikel ini
ICP

Sebanyak 108 siswa kelas VII dan VIII ICP Spemdalas mengikuti International Progression Test (IPT) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (10–12 /6/2026).

Selawe.com – Sebanyak 108 siswa kelas VII dan VIII Program International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti International Progression Test (IPT) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (10–12 /6/2026).

IPT merupakan asesmen bertaraf internasional yang dirancang untuk mengukur perkembangan kompetensi akademik siswa sekaligus mengevaluasi efektivitas program pembelajaran yang dijalankan sekolah.

Koordinator ICP Spemdalas, Wiwik Indrawati, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan IPT tahun ini berlangsung lancar dan sesuai standar yang ditetapkan.

“Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan IPT tahun ini berlangsung dengan baik, tertib, dan kondusif. Mulai dari persiapan teknis, koordinasi dengan pengawas, hingga pelaksanaan ujian selama tiga hari dapat berjalan sesuai rencana. Siswa juga menunjukkan kesiapan yang baik,” ujarnya.

Menurut Wiwik, IPT bukan hanya alat ukur kemampuan akademik, tetapi juga menjadi cermin keberhasilan proses pembelajaran di kelas internasional.

“IPT menjadi salah satu cermin bagi kami untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran di ICP mampu membekali siswa dengan kompetensi yang sesuai dengan standar internasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil IPT tahun sebelumnya menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, target sekolah tidak hanya berfokus pada capaian skor.

“Target kami bukan hanya angka atau skor yang lebih tinggi, tetapi juga lahirnya siswa-siswa yang memiliki daya saing global, percaya diri menghadapi tantangan, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di tingkat internasional,” tambahnya.

Salah satu pengawas IPT sekaligus Wali Kelas VII ICP 1, Khotimatul Khusnah, S.Pd., menilai pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan kondusif. Para peserta datang tepat waktu, mengikuti ujian dengan disiplin, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku.

“Sebagian besar siswa tampak siap menghadapi IPT karena persiapan dilakukan secara rutin melalui program IC setiap minggu sejak awal tahun,” ungkapnya.

Menurut Khotimatul, hal yang paling menarik selama pengawasan adalah keseriusan siswa saat mengerjakan soal. Tampilan hitung mundur waktu ujian di layar televisi juga membantu peserta lebih fokus dalam mengatur waktu pengerjaan.

Ia juga mengaku terkesan melihat semangat siswa yang tetap berusaha menyelesaikan soal hingga waktu ujian berakhir meskipun tingkat kesulitannya cukup menantang.

Intensive Course

Senada dengan itu, pengawas IPT lainnya, Octaria Wahyuningtiyas, S.Pd., menilai kesiapan siswa tidak datang secara instan. Mereka telah berlatih melalui Intensive Course, latihan soal, dan pembelajaran menggunakan buku Cambridge.

Octaria melihat disiplin dan tanggung jawab menjadi karakter yang paling menonjol selama ujian. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika seorang siswa rela meminjam kalkulator berwarna merah muda milik kerabatnya demi mematuhi aturan ujian.

“Dia sebenarnya sudah memiliki scientific calculator, tetapi jenis itu tidak diperbolehkan. Akhirnya dia mencari kalkulator lain yang sesuai aturan meskipun berwarna pink. Itu menunjukkan tanggung jawab dan kesungguhannya mengikuti ketentuan ujian,” tuturnya.

Pengalaman mengikuti IPT untuk pertama kalinya juga dirasakan oleh Nabila Sauqiya Azarine atau Bela, siswi kelas VII ICP 1. Ia mengaku sempat gugup karena menghadapi ujian bertaraf internasional yang materinya berbeda dengan yang pernah ditemui saat SD dulu dimana sekolahnya juga ada tes serupa berdasarkan kurikulum Cambridge.

“Perasaan saya agak deg-degan. Apalagi ini pertama kali mengikuti IPT di jenjang SMP,” katanya.

Bagi Bela, bagian yang paling menantang adalah tes listening Bahasa Inggris yang membutuhkan konsentrasi penuh. Untuk mempersiapkan diri, ia mengulas kembali materi yang telah dipelajari saat program persiapan SAT.

Meski sempat merasa tegang, pengalaman mengikuti IPT justru menjadi pengalaman baru yang berkesan baginya.

“Awalnya nervous, tetapi setelah dijalani ternyata tidak seseram itu selama sudah belajar. Menarik juga merasakan ujian yang dibuat oleh Cambridge dan kita bisa memahaminya,” ungkapnya.

Bela pun berpesan kepada adik kelas yang akan mengikuti IPT pada tahun-tahun mendatang agar rajin belajar, tidak mudah menyerah, serta selalu memohon doa orang tua. (*)

Penulis Dina Hanif Mufidah. Editor Ichwan Arif.