Liputan

Rihlah IPM Spemdalas: Siswa Berkesempatan Belajar Sejarah Sarinah

18
×

Rihlah IPM Spemdalas: Siswa Berkesempatan Belajar Sejarah Sarinah

Sebarkan artikel ini
Sarinah
Alaric Azzahidi Ariwibowo (kiri) saat membaca tulisan tentang Sejarah Sarinah yang terletak di lantai 1

Selawe.com – Setelah mengunjungi kantor Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jalan Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Pimpina Ranting (PR) IPM SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengunjungi Sarinah di Jl. M. H. Thamrin No.11 – Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2026).

Setelah melakukan sharing sassion dengan PP IPM, IPM Spemdalas berkesempatan belajar sejarah Sarinah melalui ‘mading’ yang berada di lantai 1 sebelum melanjutkan mengunjungi destinasi Dunia Fantasi (Dufan).

Selain berfoto di tulisan berwarna merah yang di lantai 1, mereka juga bisa membaca mading yang menjelaskan Sarinah dari masa ke masa. Hal menarik, mereka bisa melihat dari dekat melalui tulisan yang terpajang di dinding.

Ketua Umum PR IPM Spemdalas, Alaric Azzahidi Ariwibowo semisal. Dia mengaku senang bisa melihat secara langsung Sarinah yang menjual aneka UMKM dari seluruh Indonesia.

“Ya, harga barang di sini tergolong mahal, tetapi tempat ini sangat keren karena bisa melihat miniature kebudayaan Indonesia melalui, semisal, asesoris, jenis kain, sampai dengan kopi dan teh dari pelosok Indonesia,” katanya.

Yang lebih menariknya lagi, lanjutnya, adalah bisa membaca tentang Sejarah Sarinah mulai dibangun sampai perkembangan dari tahun ke tahun. “Keren,” ucapnya pendek.

Rihlah IPM Spemdala
PR IPM Spemdalas sedang berfoto di Sarinah

Sejarah Sarinah

Gedung Sarinah adalah sebuah gedung setinggi 74meter dan 15 lantai yang terletak di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Gedung ini terutama difungsikan sebagai pusat perbelanjaan.

Gedung ini dimiliki oleh Sarinah, yang juga berkantor pusat di gedung ini bersama induknya, PT Aviasi Pariwisata Indonesia

Sarinah merupakan salah satu pusat perbelanjaan legendaris di Indonesia yang memiliki nilai sejarah penting bagi perkembangan ekonomi dan modernisasi kota Jakarta. Gedung ini diresmikan pada tahun 1966 oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno.

Ichwan Arif
Penulis berfoto dengan latar ucapan Ir. Soekarno tentang Sarinah

Nama “Sarinah” diambil dari sosok pengasuh masa kecil Sukarno yang dianggap berjasa menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Pembangunan Sarinah menjadi simbol kebanggaan bangsa karena merupakan pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia.

Pada masa awal berdirinya, Sarinah dibangun dengan konsep department store modern yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu tempat.

Kehadirannya menjadi penanda perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan Jakarta pada era 1960-an. Selain sebagai pusat perdagangan, Sarinah juga menjadi sarana promosi produk-produk lokal Indonesia agar mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Gedung bertingkat ini bahkan dikenal sebagai salah satu bangunan modern pertama di kawasan Jalan MH Thamrin yang kala itu mulai berkembang menjadi pusat bisnis ibu kota.

Seiring perkembangan zaman, Sarinah terus mengalami perubahan dan renovasi untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat modern.

Meski demikian, nilai sejarah dan identitasnya tetap dipertahankan. Setelah menjalani revitalisasi besar beberapa tahun terakhir, Sarinah kini hadir dengan wajah baru yang mengusung konsep perpaduan budaya, UMKM, dan ruang publik kreatif.

Keberadaan Sarinah tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ikon sejarah yang merekam perjalanan modernisasi Jakarta dari masa ke masa. (*)

Penulis Ichwan Arif.