
Selawe.com — Tim Paskibra SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) Gresik, Pasukan Khusus Muhammadiyah 1 (Pasmusa), sukses memboyong gelar Juara Favorit sekaligus Juara Harapan 4 pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Forum Baris Indonesia (Forbasi) Jawa Timur kategori U-12.
Anggota Pasmusa disaring dari seleksi ketat tim Polisi Cilik (Pocil) sekolah. Mereka berhasil menembus babak grand final dan bersaing ketat dengan 7 peserta terbaik dari total 29 kontestan se-Jawa Timur, Ahad (11/10/2026).
Capaian di tingkat provinsi ini buah dari konsistensi latihan intensif yang digelar setiap sore, sepulang sekolah, di bawah bimbingan pembina Aulia Julianti Urfi. Sebelumnya, Pasmusa tampil unggul dengan menyabet gelar Juara Utama 1, Best PBB, dan Best Danton pada Kejuaraan Cabang (Kejurcab) LOBB Forbasi Gresik di SMAN 1 Manyar pada 12 September 2026.
Jarak kompetisi yang singkat tak menyurutkan semangat para anggota meski harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah.
“Mereka bagus-bagus, sering ikut lomba, bahkan ada yang dilatih oleh TNI. Kemarin itu benar-benar first time ikut lomba Paskib se-Jawa Timur dan itu sekaligus menjadi ajang lomba terakhir bagi kami yang sekarang sudah kelas VI,” ungkap Janitra Maudy, salah satu anggota Pasmusa.
Selain kedisiplinan gerakan, Pasmusa mencuri perhatian juri lewat penampilan visual yang matang. Tim tampil rapi berbalut seragam merah-putih khas Mugeb untuk PBB dasar, serta mengusung kostum unik terinspirasi dari serial Netflix Monster: The Ed Gein Story pada kategori variasi formasi.
Tantangan di Arena
Di balik penampilan memukau tersebut, para anggota sempat berjuang menaklukkan kendala arena dan regulasi waktu yang ketat.
“Tantangan terberat itu mengatur waktu aba-aba, takut kelebihan waktunya. Soalnya untuk PBB dibatasi lima menit dan variasi formasi empat menit, ditambah kondisi lapangannya beda dengan tempat latihan. Tapi alhamdulillah waktunya pas,” tutur Komandan Peleton (Danton), Kallea Almaira.
Tekanan mental dan fisik semakin memuncak saat Pasmusa berlaga di babak penentuan yang berlangsung malam hari selepas Magrib. Namun, fokus dan kepatuhan terhadap instruksi pimpinan menjadi kunci utama keberhasilan mereka di lapangan.
“Penampilannya sama. Yang paling penting saat itu PBB harus penuh power, tetap fokus, dan patuh mengikuti instruksi aba-aba danton,” pukas Rafeyfa Yumna, anggota Pasmusa lainnya.
Keberhasilan Pasmusa Mugeb memboyong dua penghargaan di tingkat Jawa Timur ini tidak hanya membuktikan kualitas program pembinaan di sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Gresik. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah











