
Selawe.com – Aula SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) diselimuti rasa haru saat melepas dua sosok berdedikasi, Shihatin (60) dan Arsan (58), yang resmi memasuki masa purna tugas.
Kepala Sekolah, Fony Libriastuti, M.Si., membuka acara dengan pesan yang menguatkan. “Hari ini bukan perpisahan, melainkan babak baru. Mari kita terima masa transisi ini dengan bahagia,” ujarnya.
Fony mengenang loyalitas luar biasa keduanya yang sejak awal berjuang bersama demi kemajuan siswa Mugeb School.
Keikhlasan Menembus Batas Jarak
Suasana kian emosional saat Ustazah Shihatin, guru Al-Qur’an yang mengabdi sejak 2009, memberikan pesan perpisahan. Meski tidak bisa mengendarai motor, keterbatasan itu tak menghentikan langkahnya. Setiap hari, ia harus mengejar angkutan umum pukul 05.15 WIB demi mengajar tepat waktu.
“Jika kita ikhlas dan tidak menghitung nominal gaji, Allah akan memberikan kesehatan dan rezeki dari arah lain,” ucap Shihatin dengan suara bergetar. Pascapensiun, ia berkomitmen untuk terus mengajar Al-Qur’an di lingkungan rumahnya.
Warisan Cerita yang Abadi
Kesederhanaan juga terpancar dari Arsan, satpam sekolah yang dikenal ramah. Dengan bersahaja, ia menyampaikan permohonan maaf dan doa terbaik untuk kesuksesan SD Mugeb ke depan.
Mewakili rekan sejawat, Akhmad Mujahidul Authon, S.Pd., menegaskan bahwa Shihatin dan Arsan sudah seperti orang tua sendiri di sekolah. Ia mengagumi semangat kerja keduanya yang tak pernah padam oleh usia. Authon juga mengingatkan bahwa ikatan keluarga di sekolah ini tidak akan putus.
“Tidak ada istilah mantan di keluarga Mugeb. Anda bisa tiada suatu hari nanti, tetapi cerita tentang kebaikan Anda tidak akan pernah mati,” tegas Authon, yang seketika membuat air mata Shihatin tumpah.

Pintu Surga Lewat Pengabdian
Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi, penyerahan bingkisan, serta penyerahan SK Purna Tugas. Perwakilan Majelis Dikdasmen, M. Lutfi Arif, M.Pd., memberikan apresiasi tertinggi atas pengabdian panjang mereka, sekaligus menantang generasi muda untuk meneruskan estafet kreativitas di sekolah.
Nur Hakiky, M.Pd membacakan puisi yang ia ciptakan secara khusus untuk kedua rekan kerjanya.
Ada yang mahir baca Al Quran seperti Bu Nyai
Ada yang pandai baca puisi bagai priyayi
Tapi ini bukan soal priyayi atau pun Bu Nyai
Tapi ini soal rekan kita yang akan purna bakti
Wajahnya teduh menawan hati
Tuturnya lembut bagai Ibu peri
Siapapun yang melihat pasti jatuh hati
Bu Shihatin… Shihatin…
Bu Shihatin guru yang paling rajin
Kini tiba saatnya Bu Shihatin rehat dari kegiatan rutin
Tak ada lagi jadwal piket bikin pusing tujuh keliling
Selamat memasuki masa purna tugas untuk Bu Shihatin
Semoga amal jariyah mengalir deras, amin
Tiap pagi berdiri gagah di tengah jalan
Mengamankan murid hingga jemputan
Pak Arsan… Pak Arsan….
Orangnya asik banyak yang kerasan
Oh Pak Arsan yang budiman
Sudah naik haji bikin nambah iman
Kini Pak Arsan sudah tidak aras-arasan
Pak Arsan sudah masuk masa pensiunan
Tidur pulas tanpa kesiangan
Tak perlu lagi jaga malam sendirian
Selamat purna tugas Pak Arsan yang rupawan
Momen penuh air mata ini akhirnya ditutup dengan kehangatan. Seluruh staf berkumpul menikmati hidangan soto bersama, mengubah suasana haru menjadi momen kebersamaan yang penuh berkah. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah











