
Selawe.com – Puncak peringatan Milad ke-31 Mugeb Primary School (MPS) berlangsung khidmat melalui kegiatan parenting bertajuk Parenting Style and Their Impact on Children: Raise Kind and Brave Kids yang diselenggarakan di Hotel Aston INN, Sabtu (18/4/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Irma Gustiana A., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog klinis anak dan keluarga sekaligus pendiri Klinik Ruang Tumbuh.
Dalam paparannya, Irma menekankan pentingnya teknik mindful breathing (bernapas dengan kesadaran) sebagai momen reflektif bagi orang tua.
Regulasi Emosi Melalui Napas
Irma menjelaskan bahwa napas berfungsi sebagai regulator emosi sebelum orang tua berinteraksi dengan anak. Ia memberikan perumpamaan sederhana mengenai fungsi regulator tersebut, layaknya komponen pada kompor gas.
“Saat kita mindful dan bernapas terarah dengan niat tulus, kita dapat mengatur emosi dengan lebih baik. Lakukan dengan santai, tidak perlu terpaku pada durasi,” ujar sosok yang akrab disapa Kak Irma tersebut.
Menurutnya, teknik ini tidak hanya bermanfaat bagi ibu, tetapi juga relevan bagi ayah, terutama saat menghadapi tekanan pekerjaan. Hal ini bertujuan untuk melatih kesadaran penuh (mindfulness) dalam pengelolaan diri.
Dalam sesi praktik yang diiringi musik latar, Irma membimbing peserta melakukan teknik grounding. Ia mengajak para orang tua untuk menapakkan kaki ke lantai guna merasakan ketenangan, mengingat sistem saraf manusia merespons dengan baik terhadap sentuhan dan koneksi.
“Pundak kita sering kali menampung beban hidup yang berat. Mari kita lakukan grounding terlebih dahulu,” ucapnya dengan nada lembut.
Peserta dipandu untuk menarik napas dalam, menahannya di bagian perut, lalu mengembuskannya secara perlahan dengan mata terpejam agar lebih fokus.
Saat lampu sudah mulai padam suasana haru menyelimuti ruangan saat Irma meminta orang tua memejamkan mata dan membayangkan kehadiran sang buah hati di hadapan mereka.
“Anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka hanya butuh orang tua yang selalu hadir, mendengarkan, dan terus berjuang bersama mereka,” tuturnya lirih.
Ia kemudian memimpin doa refleksi bersama, “Ya Allah, jadikanlah kami orang tua yang selalu ada dan menenangkan bagi anak-anak kami. Semoga tutur kata kami selalu menguatkan, bukan melukai. Jika hari ini kami belum menjadi orang tua yang terbaik, tolong bantu kami untuk terus memperbaiki diri dan lindungilah mereka di mana pun berada.”
Sesi refleksi tersebut membuat banyak peserta terharu hingga meneteskan air mata. Melalui kegiatan ini, para orang tua diharapkan dapat menyadari bahwa kehadiran yang tenang dan stabil secara emosional merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak yang baik dan berani. (*)
Penulis Novita Zahiroh. Editor Ichwan Arif











