Liputan

Keseruan Spiritual Journey Smamio: Dari Tahajud hingga Panen Tomat di Sawah

8
×

Keseruan Spiritual Journey Smamio: Dari Tahajud hingga Panen Tomat di Sawah

Sebarkan artikel ini
Smamio
Jidan dan kawan-kawan, peserta Spiritual Journey Smamio #8 memanen tomat di Desa Latukan, Lamongan

Selawe.com – Hari kedua program Spiritual Journey (Suju) SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik di Desa Latenan, Karanggeneng, berlangsung penuh kehangatan dan pengalaman baru bagi para siswa.

Rabu (22/4), suasana desa yang asri menjadi saksi bagaimana para pelajar urban ini menyatu dengan kearifan lokal melalui aktivitas keseharian yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

​Dimulai sejak dini hari, para siswa melaksanakan pembiasaan ibadah salat tahajud dan subuh berjamaah di Masjid Nurul Huda. Namun, pelajaran hidup yang sesungguhnya dimulai saat mereka kembali ke rumah orang tua asuh masing-masing.

Merasakan Denyut Nadi Kehidupan Desa

​Beragam aktivitas dilakukan para siswa untuk membantu orang tua angkat mereka. Ada yang sibuk di dapur menyiapkan sarapan, membantu persiapan dagangan nasi, hingga membersihkan rumah. Tak hanya itu, beberapa siswa bahkan ikut mengantar adik angkat mereka berangkat sekolah sebelum memulai agenda utama hari itu.

​Salah satu momen paling berkesan terjadi pada pukul 06.30 WIB. Zidan, Naura, Ari Arkana, Atiqa, Adelio, dan Devanno—sekelompok siswa kelas XI—diajak oleh Pak Imam Rokhim, orang tua asuh Zidan, menuju hamparan sawah yang hijau.

Pengalaman Pertama Panen di Sawah

​Bagi siswa-siswi ini, menginjakkan kaki di tanah sawah adalah pengalaman yang luar biasa. Terlebih lagi, mereka berkesempatan memanen tomat secara langsung. Dengan antusias, mereka belajar memilah tomat yang sudah matang sempurna dan layak untuk dijual ke pasar.

​”Senang pol karena tidak pernah ke sawah sebelumnya, apalagi panen tomat. Baru tahu kalau di sawah bisa ditanami tomat juga, seru pokoknya!” ujar Atiqa Mahdia Batul, siswi kelas XI-5, dengan wajah berseri-seri.

​Selain memetik tomat, para siswa juga mendapatkan edukasi pertanian dari Pak Imam Rokhim. Mereka diperkenalkan dengan teknik tumpang sari, di mana tanaman cabai dan kol tumbuh subur berdampingan dengan tanaman padi.

​”Ini lamanya model tumpang sari,” jelas Pak Imam sembari menunjukkan keragaman komoditas di lahannya kepada para siswa yang menyimak dengan penuh rasa ingin tahu.

​Kegiatan Spiritual Journey ini tidak hanya bertujuan memperkuat aspek spiritualitas melalui ibadah, tetapi juga mengasah empati dan kemandirian siswa. Dengan terjun langsung membantu ekonomi keluarga asuh, siswa Smamio diharapkan mampu menghargai setiap kerja keras dan mensyukuri setiap proses kehidupan yang mereka jalani.

Penulis Yanita Intan Sariani. Editor Ichwan Arif