
Tentu yang terbaik adalah siswa mulai membangun rencana karir disesuaikan dengan minat dan bakat yang dimiliki. Sehingga siswa dapat menentukan tempat terbaik itu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Penulis Achmad Indra Baskoro, S.Psi., guru BK SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
Selawe.com – Setelah SMP, terdapat beberapa alternatif pilihan jenjang pendidikan. Pada kalangan siswa SMP, jenjang SMA masih menjadi tujuan utama. Dibandingkan dengan jenjang SMK atau MA.
Hal ini sesuai dengan hasil konseling yang dilakukan oleh penulis. Di mana, hampir 98 persen siswa memilih melanjutkan ke jenjang SMA.
Sebagian besar siswa memilih jenjang SMA dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama. Sebagian besar siswa memang sangat familiar dengan SMA, sehingga seperti auto pilot bahwa setelah SMP maka jenjang selanjutya adalah SMA. Sebaliknya sebagian besar, siswa masih sangat awam dengan dengan jenjang SMK.
Kedua, himbauan dari orangtua dan pengaruh dari teman untuk melanjutkan ke jenjang SMA. Faktor ini juga sangat mempengaruhi besarnya jumlah siswa yang memilih jenjang SMA.
Ketiga adalah siswa ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi setelah SMA. Walaupun lulusan SMK tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Meskipun sudah dijelaskan oleh penulis, sebagian besar siswa tetap memilih melanjutkan ke jenjang perkuliahan melalui lulusan SMA.
Hal ini karena alternatif pilihan jurusan perkuliahan lebih beragam. Berbeda dengan dengan jenjang SMK. Pilihan jurusan yang dipilih memang harus sesuai dengan jurusan saat di SMK, terlebih apabila siswa ingin mengikuti seleksi melalui jalur prestasi.
Tentu faktor terakhir ini, sangat memungkinkan untuk diperdebatkan dan didisikusikan. Asumsi kecilnya peluang alumni SMK untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan apalagi jalur prestasi. Padahal apabila jurusan perkuliahan yang diambil sesuai dengan jurusan di SMK peluangnya sama dengan lulusan SMA.
Poin tambahan juga dimiliki alumni SMK karena secara keilmuan, anak anak SMK dipastikan lebih memahami materi dan memiliki ketrampilan.
Selain tiga faktor di atas, ada hal yang membuat siswa kurang tertarik untuk melanjutkan ke jenjang SMK. Sebagian besar siswa belum memiliki gambaran atau tujuan yang jelas terkait rencana karir selanjutnya.
Dalam kondisi ini tentu, jenjang SMA menjadi pilihan aman karena secara materi masih diberikan secara umum dan ada waktu untuk menentukan jurusan perkuliahan yang nanti diambil maksimal sampai ke-11 (sebelas).
Hal ini tentu berbanding 180 derajat dengan jenjang SMK, di mana mulai masuk siswa sudah diberikan materi yang spesifik sesuai dengan jurusan. Sehingga siswa SMK diharapkan sudah mengetahui minat dan rencana karir sebelum menentukan jurusan di SMK.
Lalu, mana yang lebih baik SMK atau SMA? Tentu yang terbaik adalah siswa mulai membangun rencana karir disesuaikan dengan minat dan bakat yang dimiliki. Sehingga siswa dapat menentukan tempat terbaik itu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Bukan memilih tempat karena mengikuti trend yang berkembang atau bahkan ikut-ikutan teman. (*)
Editor Ichwan Arif.