Liputan

Jembatani Perbedaan Generasi, Smamio Gelar Parenting Day di Tengah Agenda Spiritual Journey

9
×

Jembatani Perbedaan Generasi, Smamio Gelar Parenting Day di Tengah Agenda Spiritual Journey

Sebarkan artikel ini
Smamio
Ika Famila, S. Psi, M. Psi. Psikolog menyampaikan materi tentang Seni Berkomunikasi dengan Gen Z di Kegiatan Spiritual Journey Smamio di Desa Latukan, Lamongan

Selawe.com – Suasana khidmat menyelimuti Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan pada Rabu (22/4).

Menjadi bagian dari rangkaian program Spiritual Journey SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, sekolah ini menggelar kegiatan Parenting Day yang mengusung tema krusial: Seni Berkomunikasi dengan Gen Z.

Acara yang mempertemukan guru, orang tua asuh, dan warga setempat ini bertujuan untuk membedah tantangan mendidik anak di era modern.

Sinergi dan Belajar Bersama

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Smamio Bidang Ismuba, Hudzaifaturrahman, S.Th.I. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Desa Latukan yang telah menerima kehadiran keluarga besar Smamio dengan tangan terbuka.

“Kami sangat berterima kasih kepada warga dan orang tua asuh yang telah menyambut kami dengan hangat. Di era ini, memahami metode komunikasi yang tepat dengan Gen Z adalah sebuah keharusan. Mari kita jadikan momentum ini untuk belajar bersama,” ungkapnya.

Gayung bersambut, Wakil Ketua PRM Desa Latukan H. Nur Ahmad, S.Pd., M.Pd. juga menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan Smamio kepada Desa Latukan.

“Terima kasih kepada keluarga besar Smamio. Kami mohon maaf jika dalam proses mendidik selama program ini ada kekurangan dari pihak kami maupun orang tua asuh. Hari ini adalah waktu yang tepat bagi kita semua untuk duduk bersama memahami karakteristik anak-anak kita,” tuturnya.

Memahami Karakter ‘Spon’ Gen Z

Sesi utama diisi oleh Ika Famila, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Direktur PLPK Smamio. Mengawali materi, Ika mengajak audiens berdialog interaktif mengenai tantangan yang dihadapi orang tua saat menghadapi remaja masa kini.

Berbagai jawaban muncul dari para orang tua asuh, mulai dari ketergantungan anak pada ponsel, sifat yang suka membantah, rasa ingin tahu yang terlalu tinggi, hingga ekspresi menantang saat diberi nasihat.

Menanggapi hal tersebut, Ika menjelaskan bahwa orang tua harus memiliki kesadaran penuh mengenai perbedaan zaman. Ia menganalogikan anak-anak di usia ini seperti “spon”.

“Anak-anak kita seperti spon; mereka mudah menyerap hal di sekitar, namun juga masih sangat labil dan mudah berubah arah. Oleh karena itu, orang tua harus mengenali zamannya agar tidak terjadi kesenjangan komunikasi,” jelas Ika.

Tips Berkomunikasi dengan Gen Z

Dalam pemaparannya, Ika Famila membagikan beberapa tips praktis bagi orang tua dalam membangun jembatan komunikasi dengan Gen Z, di antaranya:

  1. Menjadi Pendengar Aktif: Memberikan ruang bagi anak untuk bicara tanpa langsung memotong atau menghakimi.
  2. Validasi Perasaan: Mengakui emosi anak sebelum memberikan solusi atau arahan.
  3. Gunakan Bahasa yang Setara: Menghindari pola komunikasi yang terlalu menggurui atau otoriter.
  4. Literasi Digital: Orang tua perlu memahami dunia digital yang menjadi ruang hidup utama bagi Gen Z agar tetap relevan dalam memberikan nasihat.

Acara Parenting Day ini ditutup dengan sesi diskusi hangat, meninggalkan pesan mendalam bahwa pendidikan karakter bukan hanya soal aturan, melainkan soal bagaimana membangun koneksi dan pemahaman yang tulus antara orang tua dan anak. (*)

Penulis Yanita Intan Sariani. Editor Ichwan Arif