
Selawe.com – Suasana syahdu menyelimuti Masjid Nurul Huda, Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jumat pagi (24/04/2026).
Hari terakhir kegiatan Spiritual journey (Suju) SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik di Desa tersebut dipungkasi dengan deretan aktivitas yang merekatkan kebersamaan antara siswa dan warga Muhammadiyah setempat.
Spiritualitas di Sepertiga Malam
Kegiatan dimulai sejak pukul 03.00 WIB. Para siswa bersama warga melaksanakan salat Tahajud berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Subuh.
Suasana masjid menjadi khidmat saat Faiq, siswa kelas XI Smamio, berdiri di mimbar untuk menyampaikan Kajian Subuh. Pesan-pesan kebaikan yang disampaikan menjadi asupan rohani bagi jamaah sebelum memulai aktivitas fisik.
Tradisi Berbagi: Sarapan dan Sayur Gratis
Selepas kajian, halaman masjid berubah menjadi pusat keguyuban. Para siswa dan warga menyiapkan sarapan gratis untuk seluruh jamaah. Tak hanya itu, program Pembagian Sayur Gratis menjadi magnet tersendiri.
Menariknya, sayur-mayur segar ini telah disiapkan dan dikemas rapi oleh panitia bersama para siswa sejak malam sebelumnya. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata para siswa Smamio terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan warga desa.
Kemeriahan Jalan Santai dan Hiburan
Puncak kemeriahan terjadi saat matahari mulai meninggi. Ratusan peserta berkumpul untuk mengikuti Jalan Santai.
Dengan rute start dari halaman Masjid Nurul Huda dan finish di MI Muhammadiyah Latukan. Berbagai hadiah menarik sudah disiapkan berasal dari seluruh siswa Suju Smamio, ditambah dengan hadiah utama dari pihak sekolah.
Penampilan energik dari Band Smamio juga sukses menghibur peserta di titik finish, membuat suasana lelah tertutup oleh kegembiraan.
Harapan untuk Masa Depan
Wakil kepala Bidang Ismuba Smamio, Ustadz Hudzaifaturrahman, S.Th.I., mengungkapkan rasa syukur dan harapan besarnya atas terselenggaranya kegiatan ini.
Beliau menekankan tiga poin utama tujuan giat pagi ini. Pertama mempererat Silaturahim. Untuk membangun ikatan kekeluargaan yang kuat antara civitas akademika Smamio dengan masyarakat Desa Latukan.
Kedua Mensyiarkan Budaya Sehat dengan mengajak warga untuk gemar berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi (sayuran).
Ketiga adalah memberikan Kebahagiaan dengan memastikan kehadiran siswa Smamio membawa kesan positif dan keceriaan bagi masyarakat.
”Melihat senyum para warga dan antusiasme siswa, kami berharap nilai-nilai pengabdian ini membekas di hati anak-anak kami sebagai bekal mereka di masa depan,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan acara penutupan yang menandai berakhirnya program Suju 2026 yang penuh dengan kenangan manis di Desa Latukan. (*)
Penulis Yanita Intan Sariani. Editor Ichwan Arif.











